Soal Blok Masela, Jokowi Pastikan Tenaga Kerja dan Produk Indonesia Mendominasi

UANG | 19 Juli 2019 11:34 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menginginkan kontruksi Blok Masela bisa segera dimulai sehingga berproduksi pada 2027. Dia memastikan kehadiran Blok Masela bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dia juga menyampaikan ke pihak Inpex untuk bisa memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri.

"Saya sampaikan kemarin kepada Inpex, local contain harus setinggi-setingginya. Penggunaan tenaga kerja, karyawan dari daerah lokal dan Indonesia sebanyak-banyaknya," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (19/7).

Presiden Jokowi menyebut besarnya investasi Inpex pada Blok Masela membawa berkah bagi ekonomi bangsa. Investasi asing di Blok Masela, lanjutnya, menjadi yang terbesar setelah Indonesia merdeka.

"Nanti capital inflow, uang masuk ke Indonesia memberikan dampak kepada ekonomi kita," ungkap Presiden Jokowi.

Sebelumnya diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengemukakan investasi asing di Blok Masela menjadi yang terbesar di Indonesia sejak 1968. Total biaya pengembangan lapangan Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, mencapai USD 18,5 miliar sampai USD 19,8 miliar.

"Ini (Blok Masela) adalah investasi asing terbesar sejak 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global setelah Freeport Indonesia," kata Menteri Jonan.

Baca juga:
Menteri Jonan: Investasi Asing di Blok Masela Jadi yang Terbesar Sejak 1968
Lapangan Gas Abadi Masela Akan Berproduksi Pada 2027
Inpex Resmi Kantongi Perpanjangan Kontrak Jadi Operator Blok Masela Hingga 2055
Dapat Lampu Hijau KPK, Proyek Pengembangan Blok Masela Kembali Berjalan
Menko Luhut Minta KPK Awasi Pengembangan Blok Masela
ESDM Libatkan KPK Evaluasi Rencana Pengembangan Blok Masela
SKK Migas dan INPEX Tandatangani Perjanjian Pengembangan Lapangan Blok Masela

(mdk/bim)