Sri Mulyani Ajak Perguruan Tinggi Aktif Lakukan Riset Ekonomi Syariah

Sri Mulyani Ajak Perguruan Tinggi Aktif Lakukan Riset Ekonomi Syariah
UANG | 21 September 2020 12:39 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengajak seluruh perguruan tinggi untuk melakukan riset ekonomi keuangan syariah secara berkelanjutan. Hal itu penting untuk memperbaiki dan menyempurnakan berbagai kebijakan di dalam ekonomi Islam dan industri syariah yang betul-betul bisa berjalan dan menjawab sesuai kebutuhan zaman.

"Kita masih bisa terus meningkatkan kemampuan dan peranan dari riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Saya tentu berharap perguruan tinggi akan terus melakukan riset dengan cara bersungguh-sungguh dan terus membuka dari sisi data metodologi dan cara menganalisa agar kita terus bisa meningkatkan kemampuan kita di dalam memperbaiki dan menyempurnakan berbagai kebijakan," kata dia dalam Forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah (FREKS) 2020 di Jakarta, Senin (21/9).

Dia mengatakan, di dalam forum riset ekonomi keuangan syariah yang menghadirkan para peneliti riset dari berbagai negara ini menjadi momentum tepat. Dia berharap keterhubungan atau link and match dari riset-riset itu dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah ke depan.

"Ini dapat memberikan rekomendasi dari kebijakan pemerintah dan merupakan suatu evidence-based atau suatu basis yang didasarkan data dan fakta yang kemudian kita ramu di dalam rangka untuk terus memperbaiki kebijakan-kebijakan," kata dia.

Bendahara Negara ini menambahkan, peranan riset tersebut juga bisa bermanfaat utamanya di dalam konteks Covid-19. Artinya riset-riset yang dilakukan sangat berguna tidak hanya menjawab kebutuhan umat manusia, namun diharapkan juga bisa menjawab tantangan yaitu Covid-19.

"Sebuah tantangan yang kita yakin itu diciptakan oleh Allah SWT yang harus kita bisa jawab namun juga merupakan suatu tanggung jawab moral kita semuanya tema-tema yang diangkat di dalam penelitian. Tentu saya harapkan juga tema yang sesuai dengan prioritas riset nasional kita juga rencana induk riset nasional kita yang tentu bisa jawab kebutuhan dari industri keuangan syariah namun pada saat yang sama juga merupakan jawaban dari isu-isu yang sifatnya adalah pembangunan nasional," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Bos OJK Beberkan Tiga Kunci Pengembangan Keuangan Syariah
Strategi OJK Genjot Permintaan Produk Keuangan Syariah
Bos OJK Ingin Bank Syariah RI Bisa Bersaing dengan Konvensional
Sri Mulyani: Pengembangan Ekonomi Syariah Jadi Tugas Bersama
OJK Catat Aset Keuangan Syariah Capai Rp 1.639 Triliun Hingga Juli 2020
Per Juli, OJK Catat Aset Penjaminan Syariah Tumbuh 36,82 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami