Sri Mulyani Akui Daya Saing RI Tertinggal dari Korea dan Malaysia

UANG | 12 September 2019 11:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjabarkan makro fiskal, tantangan dan strategi sektor keuangan Indonesia menuju lima besar dunia pada 2045.

Di sini, dia menjelaskan ada 6 syarat yang perlu dilakukan guna mencapai Indonesia besar pada tahun 2045. Pertama ialah infrastruktur, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan ketiga pengayaan inovasi dan teknologi.

"Keempat perbaikan birokrasi pemerintah, pengelolaan tata ruang wilayah serta keenam sumber daya ekonomi dan keuangan lewat APBN sehat untuk Indonesia sukses 2045," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9).

Dia melanjutkan, 6 fokus aspek tersebut penting guna meningkatkan daya saing nasional. Produktivitas harus ditingkatkan untuk mampu mengejar level index GCI.

"Kita kalah dari 2 negara seperti Korsel yang sudah sangat advance yang sudah bisa motong garis kemiskinan dan masuk higher income country. Malaysia sudah upper middle income country," ujarnya.

"Namun jangan lupa, Korsel juga pernah mengalami krisis seperti kita pada 97-98. Bahwa tidak ada yang bisa menjamin di tengah perekonomian everything is gonna be a smooth and safe, there's always dinamics that we need to be adressed," kata dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Alasan di Balik Daya Saing Industri Galangan Kapal Indonesia Kalah Saing
Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah dan DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Desain Industri
Tingkatkan Daya Saing, Jokowi Minta UMKM Lokal Pertahankan Ciri Khas Produk
Menperin Yakin RI Akan Jadi Negara Safe Haven Investasi, ini Alasannya
Peningkatan Peringkat Daya Saing Indonesia Tertinggi Kedua Setelah Arab Saudi
Menko Darmin Semringah Peringkat Daya Saing RI Naik dari Posisi 43 ke 32 di 2019
Peringkat Daya Saing Indonesia 2019 Alami Kenaikan Tertinggi di Asia

(mdk/idr)