Sri Mulyani Bantah Ada Penurunan Daya Beli di September 2019

UANG | 2 Oktober 2019 13:52 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, membantah deflasi yang mencapai 0,27 persen pada September 2019 karena adanya penurunan daya beli. Menurutnya, hal tersebut lebih disebabkan oleh harga komoditas sudah menurun.

"Kalau deflasi adalah karena harga turun, bisa karena koreksi terhadap sebelumnya, mungkin ada ongkos produksi yang menurun," ujar Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (2/10).

Dia menambahkan, capaian inflasi pada bulan lalu akan membuat capaian inflasi terjaga sesuai target pemerintah dalam APBN 2019. Di mana, pemerintah menargetkan inflasi berada pada 3,5 persen.

"Saya rasa untuk Indonesia itu masih di dalam konteks target inflasi tahunan," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi pada September sebesar 0,27 persen. Dengan demikian inflasi tahun kalender pada September 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 2,20 persen, sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 3,39 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan berbagai komoditas menunjukkan penurunan harga sepanjang September 2019. Sebagian besar komoditas yang menunjukkan penurunan harga di antaranya cabai merah, cabai rawit, ayam ras dan telur ayam ras.

"Jadi bisa dilihat terjadinya deflasi lebih disebabkan penurunan harga bumbu bumbuan dan komoditas makanan," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/10).

Dari 82 kota di Indonesia, 70 kota mengalami deflasi sementara 12 kota mengalami inflasi. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen, yang paling rendah di Surabaya sebesar 0,02 persen.

"Sementara itu inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,91 persen, inflasi terendah terjadi di Watampone dan Palopo sebesar 0,01 persen. Meulaboh lebih disebabkan oleh kenaikan harga komoditas ikan," jelas Suhariyanto. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank Indonesia: Konsumsi Rumah Tangga RI Masih Bagus Meski Tidak Kuat
Tren Belanja Online Milenial Topang Pertumbuhan Ekonomi RI 2020
ADB Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Menjadi 5,1 Persen
Menko Darmin Optimis Penurunan DP KPR dan KKB Dongkrak Daya Beli
BPS: Jual Beli Online Masih Didominasi Masyarakat Pulau Jawa
BI Sebut Ekonomi RI Masih Kuat Ditunjang Anak Muda Suka Belanja

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.