Sri Mulyani beberkan keuntungan adanya Undang-Undang PNPB baru

Sri Mulyani beberkan keuntungan adanya Undang-Undang PNPB baru
UANG | 27 Juli 2018 11:23 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan pemerintah melakukan perubahan pada aturan Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang telah berlaku selama 21 tahun. Aturan ini menjadi penting untuk memperkuat tata kelola, efisiensi dan menciptakan keadilan bagi masyarakat.

Salah satu poin penting pada aturan ini adalah pemerintah mengatur tarif PNBP dengan mempertimbangkan dampak yang timbul terhadap masyarakat. Termasuk pengaturan kebijakan pengenaan tarif sampai dengan Rp 0,00 (nol Rupiah) atau 0 persen (nol persen) untuk kondisi tertentu.

"Masyarakat yang tidak dapat membayar dapat kita kenakan 0 persen atau non Rupiah. Jadi kita bisa membantu masyarakat sesuai kemampuan. Sehingga ini juga untuk menciptakan keadilan," ujar Menkeu Sri Mulyani saat memberi keterangan pers mengenai undang-undang PNBP di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/7).

Menkeu Sri Mulyani mengatakan terdapat beberapa tujuan penyempurnaan pengaturan dalam Undang-Undang tentang PNBP. Pertama, mewujudkan upaya terus menerus peningkatan kemandirian bangsa dengan mengoptimalkan sumber pendapatan negara dari PNBP guna memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Kedua, mendukung kebijakan Pemerintah dalam rangka perbaikan kesejahteraan rakyat, peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, perbaikan distribusi pendapatan, dan pelestarian lingkungan hidup untuk kesinambungan antar generasi dengan tetap mempertimbangkan aspek keadilan.

"Aturan ini juga mewujudkan peningkatan pelayanan pemerintah yang bersih, efisien, profesional, transparan, dan akuntabel. Untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang baik serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

"Selain itu, aturan ini juga untuk menyederhanakan atau mengurangi jenis dan atau tarif PNBP, khususnya yang berkaitan dengan layanan dasar tanpa mengurangi tanggung jawab pemerintah untuk tetap menyediakan layanan dasar secara berkualitas dan berkeadilan berdasarkan peraturan perundang-undangan," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Genjot investasi dan ekspor, Jokowi ingin masa berlaku tax holiday bisa 50 tahun
Sri Mulyani dan DPR sahkan aturan baru soal PNBP
Pemerintah dan DPR sepakati RUU PNBP jadi UU, ini tanggapan Misbakhun
Di pertemuan G20, Sri Mulyani bahas perdagangan dunia hingga pajak ekonomi digital
Mobil anggota DPR kena razia di Jaktim, ketahuan tak bayar pajak 2 tahun
NJOP dan PBB di sejumlah wilayah DKI naik, ini alasan Anies

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami