Sri Mulyani Catat Penyaluran Dana Desa Melambat Hingga Agustus 2021

Sri Mulyani Catat Penyaluran Dana Desa Melambat Hingga Agustus 2021
Menkeu Sri Mulyani. ©Setpres RI
EKONOMI | 23 September 2021 14:50 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Realisasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun ini mengalami perlambatan. Sampai Agustus 2021, realisasi tercatat hanya 59,5 persen atau Rp472,91 triliun. Angka ini lebih rendah dari capaian tahun lalu pada periode yang sama sebesar 73 persen atau Rp557,35 triliun. Sehingga penyaluran TKDD mengalami penurunan sebesar 15,2 persen.

"Tahun ini kita melihat trennya mengalami pertumbuhan yang tertahan. Ini akibat beberapa hal TKDD kita mencapai Rp472,9 triliun lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai Rp557,35 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, (23/9).

Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) juga mengalami penurunan 30 persen dari Rp68,7 triliun menjadi Rp48,03 triliun. Begitu juga dengan Dana Alokasi Umum (DAU) yang turun 5,9 persen dari Rp290 triliun ke Rp272,9 triliun.

Penyerapan DBH dan DAU ini karena ada 52 daerah yang mendapatkan DAU dan 118 daerah daerah belum memenuhi syarat salur. Padahal persyaratannya hanya melaporkan penggunaan DBH dan DAU yang telah diberikan sebelumnya.

"Jadi ini bukan karena dananya dipotong tapi karena kita belum bisa menyalurkan kalau belum memenuhi persyaratan salur, prnsip dan tata kelola keuangan yang baik," kata dia.

Realisasi DAK Fisik juga mengalami penurunan 61,9 persen dibandingkan tahun lalu. Dari Rp38,81 triliun menjadi Rp14,79 triliun. Penyaluran yang lebih rndah ini karena pada periode yang sama pada tahun anggaran yang lalu terdapat relaksasi penyaluran. Sebab penyaluran tahun lalu dilakukan secara sekaligus sebesar nilai kontrak. Termasuk penyaluran dana cadangan DAK Fisik sebagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Selanjutnya: Dana Insentif Daerah...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami