Sri Mulyani: Dampak Perang Dagang AS-China Berbeda Setiap Negara

UANG | 16 Juli 2019 14:33 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa dampak perang dagang Amerika Serikat-China terhadap perekonomian negara di dunia berbeda-beda, tergantung seberapa besar hubungan dagang suatu negara terhadap negara tersebut. Dampak terhadap Indonesia sendiri sangat minim.

"Semakin terkait suatu negara dalam rantai pasok dan perdagangan global, maka dampak perang dagang akan semakin besar, bisa upsize ataupun downsize," ujar Sri Mulyani dalam sebuah diskusi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (16/7).

Sri Mulyani mengatakan, bagi sebagian negara perang dagang memang berdampak positif. Namun, dampak positif tersebut harus dimanfaatkan dengan baik dan jeli agar benar-benar menghasilkan suatu pendapatan baru bagi negara.

"Dalam gonjang ganjing perang dagang kita less expose, tapi pada saat ada opportunity kita juga jadi kurang bisa untuk memanfaatkan," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mencontohkan beberapa negara yang terkena dampak langsung perang dagang adalah Singapura. Pertumbuhan ekonomi negara dengan logo Singa itu memiliki tren yang negatif sebab ekonominya tergantung pada ekspor dan impor terhadap dua negara itu.

Untuk negara di Asia Tenggara seperti Thailand juga terkena imbasnya dari sisi perdagangan. Sementara Vietnam, menjadi negara yang paling mendapatkan keuntungan dari perang dagang ini. Sebab, Vietnam bisa masuk ke dalam rantai pasok dunia dan mengundang banyak investasi masuk.

Baca juga:
Menko Darmin soal Surplus Dagang: Kita Mampu Saat Perdagangan Dunia Bermasalah
Dua Pembuat Mobil Listrik China Berminat Pindahkan Pabrik ke Indonesia
Harga Minyak Turun Dipicu Kecemasan Perang Dagang
Bos Huawei: OS Hongmeng Lebih Bertenaga Dari Android dan MacOS
Schroder Prediksi Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan, Berikut Pendorongnya
Bos BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2019 Melandai

(mdk/idr)