Sri Mulyani Ingatkan Prabowo Soal Belanja Alutsista

UANG | 26 Januari 2020 11:30 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menggunakan anggaran dengan baik. Mengingat, Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran terbesar sebesar Rp127,4 triliun.

Melalui akun Instagram @smindrawati, Sri Mulyani meminta agar Prabowo membelanjakan anggaran sesuai dengan rencana, salah satunya pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista). Untuk itu, dia meminta agar Prabowo berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar belanja alutsista dapat lebih efisien dan memberikan kepastian.

Berikut pesan Sri Mulyani mengenai efisiensi pengadaan alutsista.

Makin besar negara kita nanti, makin perlu kita untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan negara karena akan makin banyak negara yang mempunyai interest terhadap negara kita. Ancaman terhadap pertahanan dan keamanan nasional bisa dari dalam dan luar negeri serta dalam bentuk traditional dan non tradisional. Bahkan non state actor (aktor non negara) saat ini dapat lebih mengancam daripada ancaman sebuah negara.

Ancaman perang sekarang harus dilihat dari dinamika interaksi antar manusia dan antar negara di mana sekarang dunia bersifat tanpa batas (borderless). Kemenhan anggarannya berasal dari rupiah murni yang diambil dari pajak, pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri. Banyak peralatan militer kita dibeli dari luar negeri. Pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) membutuhkan proses yang panjang.

Menteri Pertahanan dan Panglima TNI perlu duduk bersama agar belanja alutsista dapat lebih efisien dan memberikan kepastian. Jangan sampai karena ada pergantian pejabat tinggi Kemenhan atau TNI lalu peralatan yang sudah direncanakan akan dibeli, diganti lagi padahal anggarannya sudah disediakan dan prosesnya harus dimulai lagi dari awal.

Jadi ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan oleh bapak dan ibu sekalian antara kenginan untuk pengadaan, negara sumber barangnya, sumber pembiayaannya dan proses untuk pengadaannya. Inilah yang saya anggap masih ada kelemahan dari proses pengadaan.

Saya berharap setiap tahun pelaksanaan anggaran tentu bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, sehingga kinerja dari anggaran Kementerian Pertahanan baik untuk belanja prajurit, pegawai dan lain-lain maupun dari sisi belanja barang yaitu untuk pemeliharaan, operasional, dan untuk pembelian barang modal seperti alutsista semuanya bisa dieksekusi sesuai dengan rencana dan dengan baik.

Terima kasih dan selamat kepada seluruh Kementerian Pertahanan dan Panglima serta Kepala Staf untuk menyusun strategi dan juga pengadaan barang dan jasa agar pertahanan dan keamanan Republik Indonesia bisa terus kita bangun secara baik.

1 dari 1 halaman

Pesan Jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Kementerian Pertahanan di bawah pimpinan Prabowo Subianto mendapatkan kucuran dana sebesar Rp127 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020. Angka tersebut tercatat terbesar sejak tahun 2016.

"Perlu saya informasikan Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi APBN terbesar sejak 2016 sampai sekarang," ungkap Jokowi di Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Jokowi mengingatkan Kemenhan harus menggunakan anggaran Rp127 triliun dengan baik dan tepat sasaran. Rival Prabowo di Pilpres 2014 hingga 2019 ini juga menekankan agar tak ada yang melakukan mark up anggaran tersebut.

"Hati-hati penggunaan ini. Tapi saya yakin Pak Menhan ini kalau urusan anggaran detil, berkali-kali dengan saya hampir hapal di luar kepala. Ini pak di sini pak, aman urusan Rp127 triliun ini," kata Jokowi.

"Harus efisien, bersih, tak boleh ada mark up-mark up lagi dan yang paling penting mendukung industri dalam negeri kita," sambungnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Mencicipi Lezatnya Ransum Militer Karya Anak Bangsa Bersertifikat Halal
Menteri Erick: Industri Alutsista AS Maju Karena Warga Bisa Beli Pistol, Kita Tidak
Jokowi Klaim Banyak Negara Ingin Beli Alutsista Indonesia
DPR Akui Pertahanan Laut Indonesia Terkendala Karena Armada Terbatas
Ketangguhan KRI Tjiptadi-381, Kapal Perang TNI yang Usir Kapal China di Laut Natuna
Kasal Kukuhkan KRI Semarang-594 Karya Anak Bangsa, Ini Kehebatannya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.