Sri Mulyani: Kita Gunakan Krisis Sebagai Peluang Percepat Reformasi Struktural

Sri Mulyani: Kita Gunakan Krisis Sebagai Peluang Percepat Reformasi Struktural
Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Istimewa
UANG | 16 April 2021 09:55 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meyakini, Indonesia mampu melewati krisis seperti pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi. Menurutnya krisis ini harus digunakan untuk momentum semakin memperkuat reformasi strukturalnya.

"Jadi apa yang kita fokuskan saat ini? Setiap Indonesia menghadapi krisis, seperti krisis keuangan global tahun 2008-2009 atau bahkan krisis keuangan Asia yang paling parah, kita gunakan krisis tersebut sebagai peluang untuk mempercepat reformasi struktural,” katanya dalam pidato pembuka acara Government of Indonesia – Asian Development Bank 2021 High Level Poliy Dialogue secara virtual, ditulis Jumat (16/4).

Dia menilai, pandemi Covid-19 sebagai game changer global adalah kesempatan untuk melakukan perubahan, baik dari sisi pengelolaan APBN maupun reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) untuk mendorong investasi. Dari sisi fiskal, dirinya menyebut bahwa Indonesia juga melakukan reformasi perpajakan, baik dari sisi legislasi maupun sistem perpajakan.

Perbaikan iklim bisnis dan investasi, sebagian besar telah dilakukan melalui Omnibus Law UU Ciptaker yang dimaksudkan untuk mengatasi berbagai kendala pembangunan, termasuk peningkatan kemudahan berusaha, reformasi hukum ketenagakerjaan dan pembentukan Sovereign Wealth Fund.

"Indonesia juga telah memiliki Undang-Undang Cipta Kerja yang dibuat untuk memperbaiki iklim investasi agar dapat memperkuat daya saing, produktivitas, dan mengembangkan inovasi di Indonesia," terangnya.

Bendahara Negara ini juga mengingatkan untuk menyukseskan reformasi ini, sangat membutuhkan bantuan dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah terkait, terutama dari sisi prioritas penggunaan anggaran. Program jaring pengaman sosial juga harus diperkuat untuk memberi perhatian penuh terhadap usaha-usaha mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan dalam masyarakat.

"Jadi, kami tidak hanya melihat pandemi sebagai suatu hal yang bersifat jangka pendek kemudian bagaimana memulihkan ekonomi setelahnya, tetapi kami juga melihat masalah fundamental dan struktural ini dan mencoba untuk membangun hal yang benar dalam memperkuat akuntabilitas pemerintahan dan efektivitas semua kebijakan di Indonesia," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Neraca Dagang Kuartal I-2021 Surplus, Sinyal Positif Pemulihan Ekonomi
Jokowi Minta Pemda Manfaatkan APBD Perbanyak Program Padat Karya
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Penyebaran Covid-19 saat Pemulihan Ekonomi
Tak Cukup Diskon Listrik, Peningkatan Daya Beli Perlu Dibantu Penurunan Harga BBM
Dukungan Kebijakan Hingga Vaksinasi Bantu Pemulihan Ekonomi Global
Diskon Tarif Listrik Diharapkan Tingkatan Produktivitas dan Daya Beli

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami