Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Menguat 2,3 Persen ke Rp14.187 di Semester 1-2019

UANG | 16 Juli 2019 15:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mencatat nilai tukar Rupiah mengalami penguatan sepanjang semester 1 2019. Hal itu dia sampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa (16/7).

Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami tekanan khususnya dari faktor eksternal. Namun di tengah kondisi tersebut kondisi rupiah tetap stabil dan terjaga.

"Untuk nilai tukar, terjadi penguatan dibanding dengan asumsi pada semester I, nilainya sebesar Rp14.197 per USD atau mengalami penguatan sebesar 2,3 persen year on year," kata dia.

Sebagai informasi, nilai tukar Rupiah yang diasumsikan oleh pemerintah adalah kisaran Rp15.000 per USD. Artinya pergerakan nilai tukar Rupiah sejauh ini masih cukup kuat dengan melihat rata-rata nilai tukar pada level Rp14.197.

Dia menyebutkan Rupiah terbilang menguat dengan tren yang sama dengan mata uang emerging market atau negara berkembang lainnya.

"Nilai tukar kita dibandingkan negara emerging lainnya juga alami penguatan 2,3 persen yang relatif sama trennya dengan dunia internasional kecuali beberapa emerging country yang sedang hadapi persoalan dalam negeri seperti Turki dan Argentina," tutupnya.

Baca juga:
Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Menguat ke Level Rp13.900-an per USD
Rupiah Stagnan Terhadap Dollar
Nilai Tukar Rupiah Terperosok ke Level Rp14.131 per USD
Fraksi Gerindra Ingin Pemerintah Jokowi Kembalikan Nilai Tukar ke Rp6.500 per USD
Sri Mulyani: 2018 Jadi Tahun Sulit Dilalui Pemerintah, Rupiah Tembus Rp15.200/USD
Nilai Tukar Rupiah Bergerak Menguat ke Level Rp14.127 per USD

(mdk/idr)