Sri Mulyani Optimis Konsumsi saat Lebaran Tetap Naik Meski Mudik Dilarang

Sri Mulyani Optimis Konsumsi saat Lebaran Tetap Naik Meski Mudik Dilarang
Menkeu Sri Mulyani. ©Setpres RI
UANG | 22 April 2021 14:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah memperpanjang masa larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H, yang akan diberlakukan mulai Kamis 22 April hari ini hingga 24 Mei 2021. Kendati begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, angka konsumsi masyarakat tetap akan naik pada saat hari raya nanti.

Menurut proyeksinya, konsumsi diprediksi akan terus menguat sepanjang kuartal II-2021 ini. Hal tersebut tergambar dari indeks penjualan ritel (RSI) yang melonjak dari Februari pada posisi 177,1.

"Ini yang jadi basis confidence, seperti terlihat juga dari indeks penjualan ritel yang juga mengalami peningkatan pada bulan Maret di 182,3," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Kamis (22/4).

Sri Mulyani menilai, peningkatan konsumsi pada triwulan kedua ini disumbangkan oleh tingkat kepercayaan diri masyarakat yang naik, serta aktivitas yang mulai pulih. Oleh karenanya, dia memproyeksikan angka konsumsi masyarakat bakal turun melambung pada musim Lebaran 2021 ini, meski kegiatan mudik dilarang.

"Meskipun ada pelarangan mudik, namun aktivitas konsumsi di sekitar bulan ramadhan dan lebaran diperkirakan masih akan meningkat," ujar Sri Mulyani.

Indikator berikutnya yakni adanya faktor technical rebound secara tahunan (year on year/YoY) dari kuartal II 2020 ke kuartal II 2021. Seperti diketahui, perekonomian nasional pada triwulan kedua tahun sebelumnya Terkontraksi sangat dalam ke posisi 5,32 persen.

"Sehingga faktor confidence yang meningkat dari sisi konsumsi, kemudian aktivitas di bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri, technical rebound, serta pemulihan yang berasal dari dukungan APBN, yaitu stimulus perekonomian, itu berjalan bersama-sama," papar Sri Mulyani.

"Keempat faktor ini akan mendorong kuartal kedua konsumsi tahun 2021 diperkirakan akan mengalami akselerasi yang positif dan signifikan. Ini hal yang akan kita monitor, tentu dengan catatan selama Covid-19 tetap bisa terjaga," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Mudik Sudah Jadi Budaya, Cara Mencegahnya dengan Sanksi yang Tegas & Konsisten
Aturan Baru Satgas Covid-19, Larangan Mudik Mulai 22 April hingga 24 Mei
KPCPEN Soal Larangan Mudik: Kesehatan Terlindungi, Bangkitkan Optimisme Ekonomi
20 Ribu TKI Asal Jateng Diminta Tak Mudik, Cukup Kirim Uang ke Keluarga
Larangan Mudik, Polisi Lakukan Penyekatan Pemudik di Perbatasan Prambanan
Ada Larangan Mudik Lebaran, Sandiaga Uno Sarankan Masyarakat Berwisata Lokal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami