Menkeu Sudah Siap dengan Kemungkinan Terburuk Rupiah Sentuh 20.000/USD

Menkeu Sudah Siap dengan Kemungkinan Terburuk Rupiah Sentuh 20.000/USD
UANG | 1 April 2020 10:47 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan nilai tukar Rupiah akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19 bisa mencapai Rp17.500 per USD di tahun ini. Sementara dalam skenario beratnya bisa mencapai Rp20.000 per USD.

Proyeksi tersebut juga lebih tinggi dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang hanya berada di kisaran Rp14.400 per USD.

"Kemungkinan terburuknya Rupiah bisa mencapai Rp20.000 per USD," kata Sri Mulyani dalam video conference, di Jakarta, Rabu (1/4).

Dia menambahkan, inflasi pada tahun ini juga diproyeksi meningkat hingga 5,1 persen untuk skenario sangat berat. Sementara 3,9 persen untuk skenario berat. Angka ini juga jauh di atas target sebesar 3,1 persen dalam APBN 2020.

Tak hanya itu, beberapa yang juga terkoreksi amat mendalam yakni di sektor konsumsi rumah tangga, Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), konsumsi pemerintah, investasi dan juga ekspor impor.

Secara rinci, konsumsi rumah tangga dalam skenario terburuk akan anjlok menjadi 1,6 persen di tahun ini dan skenario berat hanya 3,22 persen. Dalam APBN 2020, konsumsi rumah tangga ditargetkan 5,0 persen.

Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) diperkirakan juga anjlok menjadi -1,91 persen untuk skenario terburuk dan -1,78 persen untuk skenario berat. Konsumsi pemerintah diperkirakan hanya tumbuh 3,73 persen di skenario terburuk, dari target dalam APBN 2020 sebesar 4,3 persen.

Laju investasi juga diperkirakan turun menjadi 4,22 persen dalam skenario terburuk, dari target dalam APBN 2020 sebesar 6 persen. Ekspor bahkan diperkirakan -15,6 persen dalam skenario terburuk tahun ini, dari target dalam APBN 2020 sebesar 3,7 persen. Begitu juga dengan impor yang turun hingga menjadi -16,65 persen, dari target dalam APBN 2020 sebesar 3,2 persen.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Diminta Tak Panik

tak panik rev5

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengimbau masyarakat agar tak panik. Sebab pemerintah akan berjuang keras agar kurs rupiah tidak mencapai titik level tersebut.

"Skenario yang berat ataupun sangat berat sebagai suatu forward looking antisipatif supaya tidak terjadi. Agar skenario yang sangat berat tidak terjadi. Kurs Rp 20 ribu akan kita antisipasi supaya tidak terjadi," kata Perry.

Dia menjelaskan, tingkat nilai tukar rupiah saat ini sudah memadai. Sementara rupiah mencapai Rp 20 ribu per USD hanyalah proyeksi terburuk yang akan sangat dihindari.

"Rupiah pada saat ini sudah memadai. Skenario adalah sebagai forward looking supaya tidak terjadi. BI akan terus menjaga nilai tukar rupiah," kata Perry.

Bank Indonesia beserta pemerintah akan terus berkoordinasi agar wabah virus corona tidak banyak berdampak buruk, baik dari sisi kemanusiaan hingga perekonomian nasional. "Ini adalah suatu komitmen koordinasi yang erat sebagai langkah antisipatif agar dampak covid 19 bisa segera diatasi, baik dari sisi kemanusiaan, sektor usaha, keuangan, termasuk stabilitas nilai tukar rupiah," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
BI Perluas Kebijakan Pelonggaran Giro Wajib Minimum Valas
Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.310 per USD
Tumbuh Meningkat, BI Catat Uang Beredar per Februari 2020 Rp6.116,5 Triliun
Rupiah Bergerak Menguat Terpengaruh Sentimen Positif Ekonomi China
Nilai Tukar Rupiah Kembali Jatuh ke Level Rp16.337 per USD
Rupiah Kembali Melemah Imbas Pernyataan IMF Virus Corona Picu Krisis Ekonomi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5