Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Minus 2,9 Persen

Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Minus 2,9 Persen
UANG | 22 September 2020 12:28 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 mencapai minus 2,9 hingga minus 1,0 persen. Dengan demikian, untuk keseluruhan tahun Kemenkeu memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai minus 1,7 sampai minus 0,6 persen.

"Kemenkeu mengalami revisi forecast pada September ini, yang sebelumnya perkirakan untuk tahun ini adalah minus 1,1 hingga 0,2. Forecast terbaru kita pada september untuk 2020 adalah minus 1,7 persen sampai minus 0,6 persen," ujar Sri Mulyani, Jakarta, Selasa (22/9).

Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan negatif kembali terjadi pada kuartal III tahun ini. Namun untuk kuartal IV, pemerintah akan berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi di 0 persen.

"Ini artinya, negatif teritory kemungkinan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih berlangsung untuk kuartal IV yang kita upayakan bisa dekat 0 atau positif," jelasnya.

Lebih lanjut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mengalami perbaikan di angka 4,5 hingga 5,5 persen. Angka tersebut juga berada pada rentang prediksi berbagai lembaga dunia.

"Tahun depan, kita gunakan sesuai RUU APBN 2021 yakni 4,5 hingga 5,5 persen dengan forecast titik di 5,0 persen. Bagi institusi lain, rata-rata berkisar antara 5 hingga 6 persen. OECD tahun depan prediksi 5,3 persen, ADB sama 5,3 persen, Bloomberg median view 5,4 persen, IMF 6,1 persen, World Bank 4,8 persen," paparnya.

Baca Selanjutnya: Bergantung Pada Vaksi Corona...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami