Sri Mulyani: Rupiah Melemah 8,9 Persen Hingga Maret 2020

Sri Mulyani: Rupiah Melemah 8,9 Persen Hingga Maret 2020
UANG | 8 Mei 2020 18:11 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga hari ini mata uang Rupiah terdepresiasi atau melemah sebesar 8,9 persen terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Namun demikian, kini mata uang Garuda sudah lebih baik dibanding kondisi pada Maret lalu.

"Rupiah sudah lebih menguat dibanding Maret lalu. Meskipun secara year to date masih terdepresiasi sebesar 8,9 persen," ujar Sri Mulyani saat melakukan Video Conference di Jakarta, Jumat (8/5).

Pada kondisi April, kata Sri Mulyani, mata uang Rupiah sudah menemukan perspektif baru di tengah pandemi Virus Corona. Walaupun demikian, dia masih mewaspadai sejumlah hal yang dapat mengguncang Rupiah ke depan.

"Namun dibandingkan volatilitas yang terjadi bulan Maret, bulan April relatif sudah agak lebih menemukan suatu perspektif baru," jelasnya.

"Meskipun kita tidak underestimate bahwa gejolak mungkin masih akan terus terjadi karena ketidakpastian Covid-19 masih berjalan," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Bos BI: Dalam Jangka Pendek, Berita Pengaruhi Nilai Tukar Mata Uang
Cetak Uang untuk Tangani Virus Corona Dinilai Bisa Picu Inflasi yang Tinggi
Bos BI Tegaskan Tak akan Cetak Uang untuk Tangani Corona
Rupiah Menguat Didorong Meningkatkan Jumlah Orang Sembuh Covid-19
Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah ke Level Rp15.100 per USD
Pekan Depan, Rupiah Diprediksi Menguat ke Level Rp14.540

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami