Sri Mulyani sebut minimnya infrastruktur buat daya saing RI rendah

UANG | 4 April 2017 14:58 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan rendahnya daya saing Indonesia di global disebabkan kerena minimnya pembangunan infrastruktur. Hal ini menjadikan Indonesia selalu berada di urutan terbuncit dalam berbagai lembaga pemeringkat dunia.

"Bagaimana bisa ratakan kemakmuran di seluruh Indonesia, karena yang yang merekat butuh fasilitas infrastruktur terbangun, kompetitifness masalah infrastruktur tempatkan Indonesia pada rangking Indonesia yang rendah karena enggak efisien tingginya biaya pengeluaran perusahaan dan masyarakat akibat belum tersedianya infrastruktur baik kota maupun desa," kata Ani, sapaan akrabnya di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (4/4).

Lebih lanjut, Ani mengatakan masyarakat desa harus menikmati infrastruktur yang dibangun agar ekonomi dapat terwujud dan perekonomian bisa berjalan. "Dalam rangka wujudkan ekonomi yang tak hanya tumbuh tinggi tapi juga inklusif tak hanya bangun infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi tapi juga kesejahteraan dan akses untuk menikmati infrastruktur itu," tuturnya.

Menurutnya, pemerintah terus mengalokasikan dana APBN dalam jumlah besar. Bahkan, dana untuk infrastruktur tidak berbeda jauh dari dana alokasi untuk pendidikan dan ini membuktikan infrastruktur penting.

"APBN sendiri infrastruktur semakin lama, makin berkembang, kalau jumlahnya 2017 Rp 380 triliun itu sekitar 19 persen dari APBN kita, ini angka yang dekati infrastruktur pendidikan 20 persen sebesar Rp 407 triliun," tuturnya. (mdk/sau)

Baca juga:
Ini pesan Sri Mulyani soal gunakan dana LMAN untuk pengadaan tanah
Menkeu Sri Mulyani blokir izin 9.568 perusahaan impor
Sri Mulyani: Selama ini Rp 4.800 triliun tak terpantau Ditjen Pajak
Usai Tax Amnesty, Menkeu optimis bangun institusi pajak yang bersih
Setoran Tax Amnesty masih kurang Rp 24,7 T, ini penjelasan Menkeu
Sri Mulyani: Total harta Tax Amnesty Rp 130,2 triliun
Sri Mulyani: Tax Amnesty berakhir, besok era baru buat perpajakan RI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.