Sri Mulyani Siapkan Rp75 Triliun untuk Tenaga Medis & Subsidi BPJS Kesehatan

Sri Mulyani Siapkan Rp75 Triliun untuk Tenaga Medis & Subsidi BPJS Kesehatan
UANG | 1 April 2020 15:07 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjanjikan bakal ada tambahan subsidi untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tambahan subsidi itu nantinya akan diambil dari anggaran Rp405,1 triliun dikeluarkan pemerintah untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp75 triliun di sektor kesehatan termasuk tambahan subsidi untuk BPJS Kesehatan. Menurut Sri Mulyani, tambahan subsidi ini penting bagi keuangan BPJS Kesehatan, mengingat peserta mandiri batal naik setelah adanya keputusan dari Mahkamah Agung (MA).

"Rinciannya, Rp75 triliun di bidang kesehatan mencakup tambahan subsidi BPJS akibat dicabutnya pasal mengenai penaikan tarif untuk pekerja bukan penerima upah," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (1/4).

"Dengan demikian kita berharap BPJS bisa membayarkan seluruh tagihan ke rumah sakit, karena rumah sakit adalah garda terdepan dalam menghadapi Covid-19," sambung Sri Mulyani.

1 dari 1 halaman

Insentif Tenaga Medis

medis rev1

Bendahara Negara ini menambahkan, selain untuk BPJS, anggaran tersebut juga merupakan insentif yang diberikan pemerintah untuk tenaga medis yang meliputi di daerah dan pusat. Insentif ini akan diberikan selama enam bulan terhitung April ini.

"132 rumah sakit rujukan itu mencakup rumah sakit yang dikelola pusat dan daerah. Dokter spesialis Rp15 juta per bulan dokter biasa Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, tenaga kesehatan lainnya dan bidang administrasi lainnya Rp5,5 juta. Ini diberikan selama enam bulan termasuk santunan kematian untuk tenaga kesehatan sebesar Rp300 juta per orang," kata Sri Mulyani.

Di samping itu, pemerintah juga telah mencadangkan anggaran sebesar Rp65 triliun untuk pembelian alat-alat kesehatan. Nantinya anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit di Pulau Galan dan termasuk Wisma Atlet yang jadi tempat isolasi. (mdk/idr)

Baca juga:
Sri Mulyani Beberkan Sumber Anggaran untuk Stimulus Corona Rp405 Triliun
Industri Penerbangan Terdampak Covid-19, Ini Respons Sri Mulyani
UMKM, Berjaya Saat Krisis Moneter 98 Kini Merana Dihantam Corona
Menteri Sri Mulyani Tegaskan Penerbitan Recovery Bond Bukan Pilihan Pertama
Dibanding Lockdown, Sri Mulyani Nilai Perpu Lebih Jitu Selamatkan Rakyat Imbas Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5