Sri Mulyani Soroti Lambatnya Penyerapan Program PEN di Daerah

Sri Mulyani Soroti Lambatnya Penyerapan Program PEN di Daerah
UANG | 22 Oktober 2020 16:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah pusat terus mengebut realisasi penyaluran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 sebesar Rp695,2 triliun. Di sisi lain, dia menyayangkan penyerapan program PEN di tingkat pemerintah daerah yang terbilang lambat.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa pada saat pemerintah pusat melakukan dan terus menerus melihat alokasi maupun distribusi serta penyerapan dari program-program PEN, kita melihat di tingkat daerah masih perlu untuk ditingkatkan," ujarnya saat dalam sesi teleconference, Kamis (22/10).

"Beberapa belanja pemerintah daerah yang berhubungan dengan pemulihan ekonomi masih sangat minimal," sambung dia.

Sebagai contoh, bantuan PEN dari sisi kesehatan yang sebesar Rp30,4 triliun. Namun, belanja di tingkat daerah yang seharusnya bisa membantu masyarakat hingga akhir September baru mencapai Rp13,3 triliun.

"Untuk jaring pengaman sosial di daerah, dari anggaran Rp22,8 triliun baru Rp11,7 triliun atau sekitar 51 persen. Masih ada tiga bulan berarti, 49 persen seharusnya bisa sangat membantu masyarakat di daerah," imbuhnya.

Sementara untuk dukungan ekonomi masyarakat, dari angka Rp19,24 triliun dari APBD baru dibelanjakan Rp2,6 triliun sampai dengan akhir September, atau hanya 13,7 persen.

"Ini menandakan bahwa banyak sekali halangan atau kendala di sisi non-anggaran yang perlu untuk kita atasi bersama. Sehingga dunia usaha dan masyarakat bisa segera mendapatkan manfaat dari desain APBN dan APBD yang memang juga mengalami shock sangat besar pada tahun 2020 ini akibat covid," tuturnya.

"Namun sudah kita masukkan di dalam struktur yang baru, dan seharusnya bisa segera di akselerasi untuk pelaksanaannya," tegas Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Jokowi Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Update Data Penyaluran Bansos
Pemerintah Alokasikan Rp2,6 Triliun untuk Program Pemulihan Ekonomi Pesantren
Hadapi Pandemi, Sri Mulyani Dorong Pesantren Genjot Perekonomian Masyarakat
Pemerintah Kucurkan Dana Hibah di Sektor Pariwisata Rp3,3 Triliun
Tak Hanya Kesehatan, Penguatan Ekonomi Syariah Jadi Fokus Pemerintah Saat Pandemi
Strategi Pemerintah Dorong EBT untuk Pulihkan Ekonomi Nasional

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami