Sri Mulyani: Transfer Daerah dan Dana Desa Terkontraksi Hingga Mei 2021

Sri Mulyani: Transfer Daerah dan Dana Desa Terkontraksi Hingga Mei 2021
Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Istimewa
EKONOMI | 21 Juni 2021 18:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa transfer daerah dan dana desa sampai Mei 2021 terkontraksi 2,8 persen. Penyaluran Transfer Dana Ke Daerah (TKDD) sampai 31 Mei 2021 tercatat sebesar 37,5 persen terhadap total alokasi TKDD 2021.

"Transfer ke daerah masih menghadapi kendala karena masih mengalami kontraksi 2,8 persen yaitu Rp298,02 triliun ditransfer dibandingkan tahun lalu Rp306,60 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita pada Senin (21/6).

Beberapa yang meningkat adalah Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus Non fisik (DAK NF), Otonomi Khusus (Otsus) DIY. Masing-masing tumbuh 17,3 persen, 24,4 persen, dan 2.952 persen. Penyaluran DBH yang tinggi karena adanya penyelesaian kurang bayar tahun sebelumnya.

Sementara yang mengalami kontraksi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 12 persen, DAK Fisik 23,1 persen, Dana Insentif Daerah (DID) 56,1 persen, dan Dana Desa 22,6 persen.

Penurunan DAU yang cukup besar, kata Sri Mulyani disebabkan karena beberapa Pemda belum menyampaikan persyaratan penyaluran.

"Nampaknya ada beberapa Pemda yang telah mendapatkan DBH, mereka mungkin betul-betul masih bisa menggunakannya sehingga belum menyampaikan persyaratan. Artinya kita belum salurkan DAU, tapi mereka tetap bisa bekerja," jelas Sri Mulyani.

Sementara Dana Desa yang terkontraksi disebabkan relaksasi pada tahun lalu.

"Tahun ini, kita mencoba mengembalikan Dana Desa terutama untuk menjaga dan mendukung PPKM Mikro. Nampaknya dengan adanya pengaturan ini banyak desa harus mengubah APBDes, dan proses ini tidak berjalan secepat yang kita harapkan sehingga penyaluran menjadi terhalang," tuturnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami