Sri Mulyani: Turun 15,6 Persen, Penerimaan Pajak Baru Rp676 Triliun Hingga Agustus

Sri Mulyani: Turun 15,6 Persen, Penerimaan Pajak Baru Rp676 Triliun Hingga Agustus
UANG | 22 September 2020 12:51 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat, penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2020 mengalami kontraksi atau turun sebesar 15,6 persen. Kementerian Keuangan mencatat hingga bulan kedelapan tahun ini pajak baru terkumpul sekitar Rp676,9 triliun.

"Penerimaan pajak mencapai Rp676,9 triliun, maka penerimaan pajak kontraksi 15,6 persen," ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers secara online, Jakarta, Selasa (22/9).

Sri Mulyani merinci penerimaan perjenis pajak, untuk PPH 21 secara year on year mencapai negatif 5,27 persen, namun dibandingkan tahun lalu tumbuh 10,5 persen. Apabila dilihat secara month to month, kontraksi terdalam terlihat pada Juli yakni minus 20,38.

"PPH 22 impor, kondisi impor kita masih sangat dalam dan terlihat dari PPH impor kita. Bahkan kuartal I yang negatif, Kuartal II ini dari Juni Juli Agustus kita lihat kontraksinya semakin dalam di negatif 65,5 dan 69,7. Secara year on year PPH 22 impor itu dari tadinya tahun lalu hanya tumbuh 0,57 tahun ini kontraksinya negatif 38,44," paparnya.

Lalu PPH Orang Pribadi mengalami rebound di Kuartal II karena pergeseran pembayaran, namun masih bisa bertahan pada Juli dan Agustus yakni 11,5 persen dan 3,56 persen. "Kita tetap menjaga untuk Orang Pribadi meskipun kita lihat secara meluas masyarakat mengalami tekanan dari pendapatan mereka," kata Sri Mulyani.

Baca Selanjutnya: PPH Badan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami