Sri Mulyani Usul Cukai Plastik Rp30.000 per Kg, Harga Kantong Kresek Jadi Rp500

Sri Mulyani Usul Cukai Plastik Rp30.000 per Kg, Harga Kantong Kresek Jadi Rp500
UANG | 19 Februari 2020 13:21 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan rencana pengenaan tarif cukai spesifik kantong plastik dengan besaran Rp30.000 per kilogram. Dengan demikian, harga kantong plastik akan menjadi Rp450-500 per lembar.

Nantinya, cukai ini berlaku bagi produk kantong kresek atau kantong belanja yang selama ini ada di supermarket, tepatnya bagi plastik dengan ketebalan di bawah 75 mikron.

"Untuk tahap awal ini kami mengusulkan 30.000 per kilogram," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen DPR, Jakarta, Rabu (19/2).

Dia menjelaskan, pengenaan cukai ini dilakukan pada pada pabrikan (produksi dalam negeri) dan importir (produksi luar negeri). Dengan cara pembayaran berkala setiap bulan, sesuai dengan jumlah produksi atau impor.

Cukai pabrikan akan dipungut pada saat barang (kantong plastik) ke luar pabrik. Sedangkan, kantong plastik dari impor akan dikenakan di pelabuhan untuk barang impor, seperti kawasan industri pabean.

1 dari 1 halaman

Dampak Tarif Cukai Kantong Plastik

Sri Mulyani meminta agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk melakukan pengawasan, dengan menerapkan empat tahapan prosedur, yakni registrasi pabrikan, pelaporan produksi, pengawasan fisik (spot check), dan audit.

Dia menjelaskan, dengan dikenakannya tarif cukai sebesar Rp30.000 per kg, maka akan mempengaruhi angka inflasi sebesar 0,045 persen. Sebab, diperkirakan konsumsi plastik sebanyak 55.532.609 kg per tahun yang akan terdampak.

Selain itu, dia juga memperkirakan konsumsi kantong plastik menurun hingga 50 persen, sehingga total konsumsinya menjadi hanya 53,5 juta kg per tahun. Dengan demikian, potensi penerimaan negara dari cukai kantong plastik mencapai Rp1,6 triliun.

"Apabila ini disetujui oleh komisi XI, maka potensi penerimaannya adalah Rp1,6 triliun," pungkasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Membongkar Omnibus Law, Negara Kehilangan Rp80 T & Permudah Penerapan Cukai Plastik
Menteri Sri Mulyani Tagih DPR Kelanjutan Aturan Cukai Plastik
Setelah Rokok, Cukai Plastik Ikut Naik Tahun Ini
Penerapan Cukai Plastik Tak Akan Efektif Atasi Masalah Sampah, Ini Sebabnya
Faisal Basri: Cukai Plastik Bakal Bikin Harga Minuman Makin Mahal
Kemenkeu: Cukai Hanya untuk Plastik Belanja, Bukan Kantong Daging Atau Gula

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami