Sri Mulyani Waspadai Kebijakan Ekonomi Presiden Erdogan

Sri Mulyani Waspadai Kebijakan Ekonomi Presiden Erdogan
Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
UANG | 28 Maret 2019 18:01 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dikabarkan tengah melakukan intervensi moneter di negaranya untuk menjaga kestabilan ekonomi jelang pemilihan presiden mendatang. Berbagai intervensi moneter dilakukan oleh Erdogan, terbaru pengenaan biaya untuk investor yang menukar mata uang asing dengan lira selama periode tertentu yang melampaui 1.000 persen.

Hal tersebut pun membuat negara-negara berkembang atau emerging market was-was, termasuk Indonesia. Gejolak ini secara khusus mendapat perhatian dari Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

"Kita terus harus, sebagai negara emerging kita waspada ekonomi dunia," ujar Sri Mulyani saat ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/3).

Sri Mulyani berharap gejolak yang sedang terjadi tidak melebar terhadap perekonomian Indonesia. Meski demikian, dia menilai, gejolak yang terjadi di Turki saat ini adalah masalah yang timbul karena kondisi internal tetapi akan berdampak besar jika sudah berhubungan dengan nilai tukar.

"Yang terjadi di Turki sifatnya sangat spesifik. Turki, bukan karena masalah sistemik global. Tapi ini masalah discussion yang dibuat oleh pemerintah Turki berhubungan pelaku pasar dan dengan kebijakan kita menyangkut interest rate dan exchange rate dan capital flow," paparnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah secara intensif akan melakukan komunikasi dengan Turki untuk memantau perkembangan kebijakan di negara itu. "Oleh karena itu cara berjaga terus berkomunikasi secara clear dan jelas posisi pemerintah Indonesia dari sisi policy seperti apa dari sisi policy fiskal, moneter," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bos Bappenas Klaim Jakarta Lebih Berkembang Daripada Buenos Aires
OJK Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI 2019 Capai 5,2 Persen
Strategi Sri Mulyani Dorong BUMN Menangkan Proyek di Luar Negeri
Misbakhun Dorong Relaksasi Pajak demi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
BI Ungkap Tiga Tantangan Indonesia Bisa Jadi Negara Maju
Bank Indonesia Bocorkan Rahasia Indonesia Mampu Menahan Gejolak Ekonomi 2018

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami