Stabilkan Harga, Berdikari Serap 25,72 Ton Telur dari Peternak

Stabilkan Harga, Berdikari Serap 25,72 Ton Telur dari Peternak
Telur. ©2012 Merdeka.com/imam buhori
EKONOMI | 22 November 2021 21:15 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Perusahaan BUMN bergerak di bidang pangan terus melakukan aksi solidaritas untuk peternak rakyat. Tujuannya untuk menyelamatkan peternak ayam mandiri di tengah kondisi harga telur yang terus anjlok.

Direktur Utama PT Berdikari (Persero), Harry Warganegara mengatakan, hingga pertengahan Oktober pihaknya telah melaksanakan pembelian hingga 25,72 ton telur. Penyaluran diberikan kepada pihak yang membutuhkan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Hasil dari upaya tersebut dapat terlihat dari harga telur di tingkat peternak. Misalnya di Blitar, data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Rp14.500/kg pada 16 Oktober 2021 naik menjadi Rp22.500/kg pada 10 November 2021 meski terakhir menjadi Rp19.800/kg pada 17 November 2021.

"Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung langkah strategis dari pemerintah dalam mengupayakan kembalinya harga jual peternak ayam layer ke tingkat sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP)," kata Harry di Jakarta, Senin (22/11).
Pihaknya berharap ke depan akan ada lebih banyak lagi instansi negara dan sesama BUMN hingga sektor swasta yang turut berkontribusi aktif menyerap telur dalam jangka pendek ini. Ini penting untuk membangun ekosistem pangan nasional dalam menjaga stabilitas harga.

Dia melanjutkan, situasi menimpa peternak layer mandiri sejatinya memiliki kompleksitas tinggi. Mulai dari pakan yang menjulang harganya, hingga penyerapan telur dan karkas ayam dari industri Hotel Restoran Café (Horeca) yang menurun.

Bahkan harga Day Old Chic (DOC) Final Stock juga terpengaruh yang menurut HAP pada kisaran Rp12.000 per DOC FS menjadi Rp2.000 per DOC FS. Karena itu, Berdikari mengimbau setiap pihak untuk menghindari telur afkir terjual di pasaran demi menjaga stabilitas harga.

Dengan terbangunnya ekosistem pangan nasional yang kuat, program korporasi peternak yang memodernisasi peternak rakyat, serta cara bertindak yang sarat teknologi diharapkan peternak rakyat dapat bersaing dengan keberadaan korporasi integrator besar.

Namun, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. (mdk/idr)

Baca juga:
Harga Telur Naik Serempak, Tertinggi di Papua Capai Rp37.450 per Kg
Kenaikan Harga Telur Ayam Pacu Inflasi November 2021
Mendag Lutfi Sebut Harga Minyak Goreng, Cabai dan Telur Ayam Kompak Naik
Harga Telur Ayam Naik, Pedagang Warteg Menjerit
Pedagang Sebut Kenaikan Harga Telur Ayam di Luar Batas Kewajaran
Peternak Jual Telur di Bawah Harga Pasar

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami