Staf Ahli Erick Thohir Bocorkan Penempatan Ahok di BUMN

UANG | 13 November 2019 15:16 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok ditawari untuk menjabat di salah satu BUMN oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Hal ini diketahui saat dirinya menyambangi kantor Kementerian BUMN pagi ini.

Staf Ahli Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, belum diketahui jabatan pasti yang akan diduduki oleh Ahok. Dia menjelaskan, pertemuan pagi ini hanya ajakan untuk terlibat di BUMN.

"Belum (diketahui jabatannya). Sekarang baru ajakan masuk BUMN," kata Arya saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (13/11).

Meski demikian, dia belum bisa memberitahu BUMN apa yang akan ditempati oleh Ahok. "Yang pasti bukan di kementerian tapi di perusahaan. Perusahaannya yang menyangkut kepentingan rakyat," imbuhnya.

Dengan bergabungnya Ahok di BUMN, diharapkan akan membuat BUMN menjadi lebih baik lagi, dan mampu meningkatkan daya saing seperti yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk perusahaannya yang akan ditempati Pak Ahok diharapkan pasti makin baik dan daya saingnya meningkat," jelas Arya.

Dia memastikan, keputusan mengenai kapan Ahok akan secara resmi bergabung dengan BUMN akan dilakukan dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekan. Tahun ini," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Ahok Bersedia Gabung BUMN

Pantauan Liputan6.com, Ahok keluar dari gedung pukul 10.50 WIB. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut membahas tawaran Menteri Erick kepada Ahok untuk menjabat di salah satu BUMN.

"(Tadi) bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu aja," ujarnya singkat saat ditemui awak media di Kantor BUMN.

Untuk jabatan atau posisinya, Ahok belum tahu akan ditempatkan di mana, begitu pula penempatan BUMNnya. "Jabatan apa dan BUMNnya di mana, saya tidak tahu. Langsung tanya pak Menteri ya," imbuhnya.

Ahok mengatakan, dirinya juga belum mengetahui pasti kapan dia bakal secara resmi bergabung dengan BUMN. Namun, dia memperkirakan kemungkinan hal itu dilakukan bulan Desember mendatang.

Ketika ditanya kesediaan menjabat di BUMN, Ahok menjawab siap membantu demi negara. "Saya kalau buat negara, ya, saya mau. Apa aja untuk bantu negara saya mau," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Jadi Dirut PLN atau Inalum

Teka-teki soal apa yang dibahas dan posisi yang akan ditempati Ahok masih tanda tanya. Namun dia belum dapat mengungkapkan jabatan maupun posisi yang akan ditempatinya kelak.

"Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja," ujar Ahok.

Diketahui, saat ini dirut empat BUMN masih lowong, yaitu Bank Mandiri, Bank BTN, Inalum dan PT PLN (Persero).

Posisi dirut Bank Mandiri kini kosong setelah ditinggal Kartika Wirjoatmodjo yang ditunjuk jadi Wakil Menteri BUMN. Kemudian kursi Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin yang juga ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN. Kursi dirut Bank BTN yang ditinggal Maryono, dan Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir yang dinonaktifkan terkait kasus proyek PLTU Riau-1.

Spekulasi yang muncul, bahwa sesuai latar belakang pendidikannya Ahok kemungkinan Ahok ditempatkan sebagai orang nomor satu di PLN atau pun Dirut Inalum.

Ahok merupakan insinyur pertambangan dari Fakultas Teknik Universitas Trisaksi, yang kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya. (mdk/azz)

Baca juga:
Wakil Ketua Komisi VI Sarankan Ahok Ditempatkan di Garuda Indonesia
Ahok Kemungkinan jadi Dirut PLN atau Inalum
Bos LinkAja Sebut Bakal Dapat Suntikan Modal dari 8 BUMN dalam Waktu Dekat
Menko Luhut Ungkap Alasan Ahok Ditawari Jabatan di BUMN
Sambangi Menteri Erick Thohir, Ahok Ditawari Jabatan di BUMN