Stafsus Sri Mulyani: Sisa Anggaran APBN 2020 Sebesar Rp234,7 Triliun

Stafsus Sri Mulyani: Sisa Anggaran APBN 2020 Sebesar Rp234,7 Triliun
Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com
UANG | 23 Februari 2021 20:45 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo mengatakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam APBN 2020 sebesar Rp234,7 triliun akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah program 2021.

"Kita pakai untuk vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia, kita bisa gunakan untuk stimulus UMKM dan beberapa program rakyat 2021," kata Yustinus dalam webinar Kantor Staf Kepresidenan (KSP) di Jakarta, Selasa (23/2).

Dalam Perpres 72 tahun 2020, APBN 2020 diproyeksi mengalami defisit sebesar 6,34 persen atau mencapai Rp1.039,2 triliun. Sedangkan realisasinya hingga akhir 2020 mencapai Rp956,3 triliun atau mencapai 6,09 persen sehingga terdapat sisa lebih mencapai Rp234,7 triliun.

Yustinus mengatakan sisa pembiayaan anggaran itu muncul karena pemerintah melakukan berbagai efisiensi program yang lebih terukur.

"Dengan berbagai efisiensi berbagai program lebih terukur, kita bisa menghemat realisasinya 6,09 persen, penghematan sebesar Rp234 triliun," katanya.

Dalam paparannya, SILPA sebesar Rp234,7 triliun yang di dalamnya termasuk Rp66,75 triliun untuk dukungan dunia usaha melalui perbankan serta Rp50,9 triliun akan digunakan untuk penanganan kesehatan pada 2021.

Sementara itu, pada 2021 pemerintah mengalokasikan anggaran Rp688,3 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi, insentif usaha, dan program prioritas.

Jumlah alokasi itu lebih besar dibandingkan realisasi PEN pada 2020 mencapai Rp579,8 triliun atau 83,4 persen dari alokasi sebesar Rp695,2 triliun. (mdk/idr)

Baca juga:
Ini 5 Kementerian dan Lembaga dengan Belanja Terbanyak di Januari 2021
Penerimaan Pajak Januari Anjlok 15 Persen Jadi Hanya Rp68,5 Triliun
Sri Mulyani: Program Vaksinasi Covid-19 Jadi Optimisme Pertumbuhan Ekonomi 2021
Kemenkeu soal Utang Rp6.074 Triliun: Indonesia Punya Kemampuan Bayar
Sri Mulyani: Aturan Diskon Pajak Mobil Baru Dalam Tahap Finalisasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami