Startup Bioteknologi ini Sukses Raih Rp 696 Miliar Kembangkan Jamur untuk Obat

Startup Bioteknologi ini Sukses Raih Rp 696 Miliar Kembangkan Jamur untuk Obat
UANG | 18 September 2020 09:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Saat ini, telah banyak muncul perusahaan rintisan (startup) di berbagai belahan dunia. Namun, belum banyak usaha rintisan bergerak di bidang bioteknologi seperti Hexagon Bio yang berhasil membuat obat dari olahan jamur.

Dilansir dari Forbes, jamur menjadi obat pada awalnya ditemukan pada 1928. Seorang peneliti Skotlandia bernama Alexander Fleming secara tidak sengaja menanam spesies jamur yang disebut Penicillium di cawan petri yang mengandung bakteri.

Ternyata, fungi berhasil mencegah pertumbuhan bakteri itu. Penyelidikan lebih lanjut menuntunnya untuk menemukan antibiotik penisilin yang menyelamatkan nyawa dan memicu revolusi dalam pengobatan penyakit menular.

Hampir seabad kemudian, Hexagon Bio ingin menemukan lebih banyak kegunaan obat dari jamur. Pada 15 September, perusahaan mengumumkan bahwa mereka mengumpulkan pendanaan putaran Seri A senilai USD 47 juta atau Rp 696 miliar yang akan membantunya mengurutkan jamur secara genetik dan menemukan obat terobosan baru.

"Kami benar-benar memandang Hexagon sebagai yang pertama dari generasi baru perusahaan farmasi besar yang digerakkan oleh komputasi," kata Alex Kolicich, mitra pendiri perusahaan ventura 8VC yang berinvestasi dalam putaran dan anggota dewan Hexagon Bio.

Baca Selanjutnya: Manfaatkan Teknologi Kecerdasan Buatan...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami