Stok AS Turun, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi dalam 8 Bulan

Stok AS Turun, Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi dalam 8 Bulan
UANG | 26 November 2020 10:47 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Harga minyak menguat hampir dua persen ke level tertinggi dalam 8 bulan terakhir dipengaruhi penurunan mengejutkan dalam persediaan mingguan minyak mentah AS. Kenaikan ini memperpanjang reli yang didorong harapan bahwa vaksin covid-19 akan meningkatkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari bertambah 75 sen atau 1,6 persen, menjadi menetap di USD48,61 per barel, tertinggi sejak awal Maret. Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari ditutup pada level tertinggi sejak awal Maret, naik 80 sen atau 1,8 persen menjadi USD45,71 per barel.

Kedua acuan kontrak berjangka naik sekitar empat persen pada Selasa (24/11), naik untuk sesi keempat berturut-turut.

Persediaan minyak mentah AS turun 754.000 barel pekan lalu, data pemerintah menunjukkan. Angka tersebut mengejutkan para analis yang dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan 127.000 barel. Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI, turun 1,7 juta barel.

"Ada penurunan yang lumayan di Cushing, jadi itu mendukung. Itu mungkin aspek yang paling bullish dari laporan ini," ujar John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York, dikutip Antara, Kamis (26/11).

Namun, kekhawatiran permintaan membatasi kenaikan harga lebih lanjut saat permintaan bensin mingguan AS turun sekitar 128.000 barel per hari (bph) menjadi 8,13 juta barel per hari, terendah sejak Juni 2020. Pada Senin (23/11), investor berharap mendapat dorongan ketika AstraZeneca mengatakan vaksin covid-19 bisa efektif hingga 90 persen.

"Harga minyak mentah diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal Maret, didukung oleh sentimen pasar yang positif sebagai akibat dari berita vaksin dan permintaan minyak yang kuat di Asia," kata analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.

"Kami mempertahankan prospek bullish kami untuk tahun depan dan menargetkan Brent untuk mencapai USD60 per barel pada akhir 2021," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Pelemahan Dolar...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami