Strategi Anyar Axa Mandiri Genjot Kinerja di Kondisi Ekonomi Terkini

UANG | 13 November 2019 16:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perusahaan asuransi, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) optimis kinerja perusahaan tetap baik di tengah kondisi ekonomi saat ini. Perusahaan akan menggenjot bisnis perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan dengan porsi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan produk investasi.

Selain itu, perusahaan juga terus memperkuat produk-produk proteksi, mengembangkan layanan digital, serta produk-produk asuransi untuk segmen yang berbeda-beda. Kinerja juga didorong langkah konsolidasi perusahaan.

"Salah satu strategi penting yang AXA Mandiri yang diterapkan pada 2019 yaitu meningkatkan kinerja produk proteksi dan kesehatan kepada nasabah termasuk melalui pendekatan digitalisasi," kata Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma di Jakarta.

Dia mengungkapkan kinerja perusahaan sudah terlihat baik di tahun ini. Pendapatan premi perusahaan mencapai Rp6,9 triliun atau tumbuh 6 persen hingga kuartal III 2019, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih tumbuh 10 persen.

Tak hanya itu, produk perlindungan asuransi jiwa dan kesehatan meningkat menjadi 50 persen dari total pendapatan bisnis atau polis baru di tahun 2019. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama ditahun sebelumnya, yaitu sebesar 36 persen.

1 dari 1 halaman

Aset Meningkat

Sementara aset AXA Mandiri tercatat sebesar lebih dari Rp30,2 triliun, naik 9 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, RBC tercatat 525,2 persen dan jauh di atas batas aman yang ditentukan OJK.

Tak hanya tahun ini, Handojo meyakini, pertumbuhan kinerja berlanjut di 2020. Apalagi perusahaan bersama induk usaha melakukan konsolidasi dalam dua tahun terakhir.

Presiden Komisaris AXA Mandiri, Agus Haryoto Widodo, memaparkan strategi usaha yang akan dijalankan di 2020. Langkahnya antara lain melalui penguatan produk-produk proteksi, pengembangan layanan digital, serta produk-produk asuransi untuk segmen yang berbeda-beda.

Kenapa perlu transformasi? Nasabah yang datang ke bank itu makin turun. Mereka memanfaatkan layanan elektronik, mobile, gadget, atm. Padahal bisnis bancassurance pemasarannya ada di cabang bank, memanfaatkan nasabah yang datang. Makanya kita antisipasi dengan layanan digital juga, ujarnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Menteri Erick Sepakat Kejaksaan Agung Ikut Selesaikan Masalah Jiwasraya
Hanwha Life Luncurkan Produk Bancassurance, Premi Dasar Hanya Rp200.000
Gandeng Bank IBK Indonesia, Hanwha Life Incar Premi Rp36,65 Miliar
Minimalisir Kerugian di Musim Kering, Jasindo Sarankan Petani Ikut Asuransi
Kemenkeu Sebut Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Sudah Sesuai Perhitungan
BCA Tawarkan Produk Baru untuk Asuransi Dana Pensiun

TOPIK TERKAIT