Strategi Bank BRI Turunkan Kredit Macet di 2020

Strategi Bank BRI Turunkan Kredit Macet di 2020
UANG | 18 Februari 2020 20:44 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) tahun 2019 sebesar 2,8 persen. Persentase ini dianggap masih dalam batas aman dan sudah memiliki cadangan yang cukup.

"Kami cadangkan dengan cadangan yang cukup di mana coverage terhadap NPL cadangan kita mencapai 153 persen," kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso di Gedung BRI, Jakarta, Selasa (18/2).

Di tahun 2020 ini, pihaknya akan berusaha menurunkan angka kredit macet (NPL) dengan restrukturisasi penyelesaian kredit. Nantinya akan ada pemilahan nasabah yang mengalami kredit macet, yang mana akan direstrukturisasi dan yang tidak bisa dilakukan penyelesaian.

"Apabila itu tidak, maka di back end akan lakukan penyelesaian kredit," kata dia.

Selain itu, bank pelat merah ini akan mencari nasabah baru dengan memanfaatkan pinjaman dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR). Targetnya, nasabah baru ini berasal dari para pelaku UMKM. Sebab BRI telah menyiapkan anggaran senilai Rp102,2 triliun untuk dicairkan dalam bentuk kredit.

1 dari 1 halaman

Bagikan Dividen Rp20,6 Triliun

rp206 triliun rev1

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (18/02). Dalam rapat tersebut, Bank BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 60 persen dari laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp34,4 Triliun. Sehingga, dividen yang dibagikan BRI tahun ini sebesar Rp20,6 Triliun atau sekitar Rp168,1 per lembar saham.

Angka tersebut naik 27,2 persen dibandingkan dengan dividen yang dibagikan BRI pada tahun lalu sebesar Rp16,2 Triliun atau sekitar Rp132,2 per lembar saham. Sedangkan Earning Per Share (EPS) perseroan di tahun 2019 sebesar Rp279, naik 6,1 persen dibandingkan EPS tahun 2018 sebesar Rp263.

Selain pembagian dividen, rapat tersebut juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit, menyetujui Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019, dan mengesahkan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit serta menerima laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019. (mdk/azz)

Baca juga:
Strategi Bank BRI Tangkal Dampak Virus Corona
Sah, Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komisaris Utama Bank BRI
Akselerasi Literasi Keuangan, BRI Bidik 500.000 Agen BRILink
Gara-gara Agen BRILink, Masyarakat Makin Jarang Pergi ke Kantor Bank
Dalam 5 Tahun BRI Salurkan KUR Rp15,4 T di Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Kaltara
Tak Hanya Keuntungan, Agen BRILink Berperan Langsung Menanggulangi Kemiskinan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami