Strategi BRI Hadapi Krisis Akibat Pandemi

Strategi BRI Hadapi Krisis Akibat Pandemi
Direktur Utama Bank BRI Sunarso. ©2020 Merdeka.com
UANG | 11 November 2020 13:45 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 membuat industri perbankan harus beradaptasi dalam menjalankan bisnisnya agar bisa tetap bertahan. Hal ini pun yang dialami Bank BRI dalam menghadapi ketidakpastian baik domestik maupun global.

Direktur PT Bank BRI (Persero) Tbk, Sunarso mengungkapkan pihaknya dihadapkan dua pilihan, yakni mempertahankan diri agar selamat atau mengejar target laba perusahaan.

"Dalam situasi ini ada dua pilihan, mengejar laba atau cari selamat dulu," kata Sunarso di Jakarta, Rabu (11/11).

Dalam kondisi saat ini, perusahaan tetap akan mencetak untung namun nilainya akan tumbuh negatif. Sementara itu, jika perusahaan menyelamatkan diri terlebih dahulu ada beberapa komponen penyelamatan yang harus disiapkan.

Untuk itu, Bank BRI mengambil kebijakan tetap mencatat laba positif dengan upaya memberikan restrukturisasi kredit kepada nasabah. Upaya restrukturisasi kredit ini juga dibarengi dengan pencadangan sehingga diperkirakan laba bersih tahunan tumbuh negatif.

Meski begitu langkah ini nyatanya membuat para investor percaya Bank BRI bisa tetap bertahan ditengah terpaan pandemi. Sebab, sebagai bank dengan mayoritas nasabah pelaku usaha UMKM, Bank BRI dinilai akan goyah lantaran para nasabahnya menjadi yang paling terdampak.

"Ini lebih dari cukup dan lebih memadai, ini cara mengamankan perusahaan dan menimbulkan kepercayaan kepada investor," tutur Sunarso.

Baca Selanjutnya: Strategi Bisnis...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami