Strategi KAI Lindungi Karyawan Saat Pandemi Corona, Diberi APD Hingga Tak Ada PHK

Strategi KAI Lindungi Karyawan Saat Pandemi Corona, Diberi APD Hingga Tak Ada PHK
UANG | 22 Mei 2020 15:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan, saat ini PT KAI sudah menerapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di lingkungannya, baik untuk para pegawainya maupun pelanggan.

"Strategi pertama kami adalah mem-protect people, di mana protect people ini kita melindungi pegawai-pegawai KAI. Kita memberikan perlindungan dengan APD yang lengkap dalam beroperasi terutama pegawai-pegawai di lapangan dengan memberikan APD lengkap masker, hand sanitizer, face shield sehingga meyakinkan bahwa pegawai kami terlindungi dari potensi penyebaran covid-19," kata Didiek dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/5).

Strategi yang kedua, melindungi kesejahteraan pegawai-pegawainya. Untuk itu, KAI tidak melakukan Pemutusan Hubungan kerja (PHK) di masa covid-19 ini. "Total pegawai KAI kira-kira 46 ribu di mana 30 ribu pegawai induk organik dan 16 ribu pegawai di anak perusahaan, kemudian gaji sesuai dengan hak-hak yang bersangkutan, demikian juga dengan THR kita sudah bayarkan pada waktunya," jelasnya.

Selain itu, PT KAI juga memperhatikan perlindungan bagi pelanggan dengan menetapkan protokol kesehatan covid-19, yang mewajibkan pelanggan untuk menggunakan masker ketika memasuki stasiun.

"Jadi para penumpang pada saat di stasiun harus menggunakan masker, kemudian di stasiun-stasiun disediakan wastafel-wastafel untuk cuci tangan, juga hand sanitizer berada di tempat-tempat yang strategis, sehingga ketika penumpang masuk stasiun sudah menerapkan protokol," ujarnya.

Serta, pengaturan tempat duduk ruang tunggu juga diterapkan distancing, demikian juga di dalam kereta tempat duduknya juga diatur jaraknya. Selain itu, PT KAI juga melakukan pembersihan rutin kereta dengan disinfektan.

Sementara untuk kereta jarak jauh, dia menyebut okupansinya dibatasi hingga 50 persen. Sehingga ada jarak yang cukup, untuk menjaga penyebaran covid-19. Hal yang sama juga untuk kereta commuter juga batasi, di mana kapasitas biasanya sampai 200 orang per kereta maka hanya untuk diisi 60-70 orang saja.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Regulasi PT KAI Bagi Calon Penumpang Kereta Api
Jelang Lebaran, KAI Siapkan Layanan Khusus Angkutan Barang Tarif Mulai Rp 200 per Kg
Cara PT KAI Cek Keaslian Surat Sehat Covid-19 Calon Penumpang
Sepekan, PT KAI Berangkatkan 800 Penumpang dengan KLB
Dokumen Tak Lengkap, 299 Penumpang Dilarang Naik Kereta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami