Strategi Kemenperin Kembalikan Kejayaan Industri Keramik Indonesia

Strategi Kemenperin Kembalikan Kejayaan Industri Keramik Indonesia
Pembuatan keramik hias. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
UANG | 26 Januari 2021 19:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya untuk membangkitkan kembali kejayaan industri keramik nasional. Pada 2014, industri keramik Indonesia nomor empat sebagai produsen terbesar di dunia. Target ini perlu ditopang dengan kebijakan strategis, di antaranya melalui program substitusi impor 35 persen pada 2022.

"Implementasinya didukung dengan kebijakan pengendalian tata niaga impor keramik dan pembatasan pelabuhan masuk (bongkar) di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Selain itu, kebijakan minimum import price (MIP) untuk ubin keramik serta pemberlakuan SNI wajib yang diperketat," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (26/1).

Kemenperin, katanya, telah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (ASAKI) guna mencari solusi agar industri keramik nasional bisa lebih berdaya saing di kancah global.

"Mereka optimistis industri keramik bisa kembali jaya apabila mendapatkan dukungan dan atensi dari pemerintah. Asaki pun mendukung misi besar Kemenperin untuk substitusi impor," tuturnya.

Menteri Agus menyampaikan, adanya penurunan harga gas tertentu bagi sektor manufaktur, dinilai membawa peluang untuk rebound di industri keramik selaku sektor yang menerima manfaat insentif tersebut. Utilisasi industri keramik pada 2020 secara akumulatif mencapai 56 persen.

Tahun lalu, pandemi Covid-19 menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan industri, termasuk sektor keramik. Utilisasi industri keramik sempat menurun menjadi 30 persen pada kuartal II-2020, namun mulai beranjak naik hingga 60 persen pada kuartal III.

"Utilisasi kembali kepada kondisi normal dengan mencapai 70 persen saat kuartal IV-2020. Selain itu, dampak penurunan harga gas untuk industri keramik, berhasil membuat volume ekspor meningkat 29 persen di kuartal III-2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019," ungkap Menteri Agus.

Baca Selanjutnya: Pacu Produktivitas...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami