Strategi Kementerian Keuangan Tangkal Dampak Virus Corona ke Ekonomi Indonesia

UANG | 14 Februari 2020 11:36 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Mewabahnya virus corona diperkirakan membuat pertumbuhan ekonomi China terganggu antara 1,2-1,8 persen. Efek negatif ini akan berimbas kepada perekonomian Indonesia, mengingat negeri Tirai Bambu merupakan mitra ekonomi yang besar. Imbasnya, terjadi penurunan kinerja sektor pariwisata, perdagangan internasional, dan aliran investasi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Arif Baharudin, mengungkapkan dari sisi fiskal pemerintah memiliki beberapa antisipasi untuk meredam dampak dari virus asal China itu. Salah satunya mempercepat belanja kementerian lembaga terutama bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).

Tak hanya itu, Kementerian Keuangan juga akan mendukung pembangunan destinasi wisata, mempercepat belanja padat karya, dan meningkatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik dari penerima, plafon maupun kredit tanpa agunan.

"Langkah antisipasi, kita berusaha menjaga konsumsi masyarakat. Pertama kita cepat-cepat realisasi belanja kementerian lembaga, terutama untuk belanja bantuan sosial seperti PKH dan kesehatan, serta belanja non operasional. Kita juga bisa menghidupkan destinasi wisata yang ada. Kementerian Keuangan support menyiapkan kebijakan fiskal dan non fiskal untuk menstimulasi sektor pariwisata," kata dia dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jumat (14/2).

Sementara itu, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Dirjen Bea Cukai, Syarif Hidayat menambahkan, dari sektor Bea Cukai sendiri juga sudah antisipasi virus corona ini. Salah satunya dengan memperketat wilayah-wilayah perbatasan seperti di Malaysia dan Singapura untuk urusan impor ekspor.

"Untuk urusan ekspor-impor (terkait virus corona) sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Begitu pula koordinasi dengan Angkasa Pura baik di laut maupun udara, aparat penegak hukum, dan lain-lain terhadap barang-barang yang masuk. Sesuai aturan Kemendag, pelarangan hanya terhadap hewan hidup yang berasal dari China dan yang transit ke China yang dilarang masuk ke Indonesia. Untuk barang-barang lain tidak ada," terang dia.

1 dari 1 halaman

Siapkan Insentif Sektor Pariwisata

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Raden Kurleni Ukar, mengakui sektor pariwisata memang yang paling terdampak. Oleh karena itu, Kemenparekraf berkoordinasi dengan maskapai dan Kementerian Keuangan untuk memberi paket insentif yang tepat.

Selain itu, Kemenparekraf juga mengimbau kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan perjalanan dinas di destinasi-destinasi wisata dan meminta media menggencarkan promosi destinasi dalam negeri.

"Untuk mengatasi potential loss, kami mencari strategi membuka pasar-pasar wisata baru. Pak Menteri sudah berkoordinasi dengan maskapai untuk membuka peluang mengisi slot China (Tiongkok) yang ditutup. Kami terus berkoordinasi strategi, insentifnya seperti apa apakah perlu diskon," katanya.

"Kami juga ingin membantu industri pariwisata dengan mengusulkan paket insentif dengan Kementerian Keuangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk melakukan perjalanan meeting di destinasi-destinasi wisata. Kami juga ingin media menyebarkan pesan agar memanfaatkan destinasi dalam negeri, jangan pergi ke luar negeri," pungkasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
WNI yang Diobservasi di Natuna Pulang Besok, Jokowi Minta Warga Tak Takut
Kematian Akibat Virus Corona Mendekati Angka 1.500 & 65.000 Orang Terinfeksi di China
Sepinya Kawasan Pecinan Los Angeles Akibat Wabah Virus Corona
Pemerintah Bersiap Genjot Ekspor ke China Saat Virus Corona Mereda
Korban Meninggal Akibat Virus Corona di China Terus Bertambah
Ahli Mikrobiologi: Indonesia Beruntung Terik Matahari Bantu Terhindar Virus Corona
Konjen RRC di Denpasar Akui Ada Warganya Positif Corona Setelah dari Bali

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.