Strategi KLHK Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

UANG | 30 September 2019 17:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki menggelar Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah, sebagai upaya untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam memahami potensi plastik bekas pakai dan pengumpulannya.

Gerakan ini ditujukan untuk mengubah pola pikir, gaya hidup, dan budaya di masyarakat agar mereka bisa mengelola sampah plastik lebih baik lagi. Sejalan dengan gerakan yang dilakukan oleh The Coca Cola Company, KLHK menyambut baik komitmen yang dilakukan oleh pihak Coca Cola melalui gerakan World Without Waste.

Direktur Pengelolaan Sampah Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian LHK, Novrizal Tahar menuturkan, dalam melakukan pengelolaan limbah plastik ini memerlukan banyak aksi, kolaborasi, dan dukungan dari berbagai pihak.

"Indonesia memiliki 515 kabupaten dan kita belum bisa menjangkau semuanya. Sebab, ini merupakan persoalan yang masih berat untuk dihadapi. Melalui Design-Collect-Partner, ini akan membantu meringankan permasalahan yang dihadapi pemerintah," ujarnya dalam acara Coca Cola, Jakarta, Senin (30/9).

Menurutnya, kolaborasi dengan Recycle Value Chain, seperti para pekerja sektor informal pengumpul limbah (pemulung dan pengepul) sangat membantu dan memudahkan pengelolaan limbah sampah plastik. Para pelaku di sektor informal tersebut juga menjadi bagian penting dalam penggerak ekonomi. Hal ini tentu juga akan mendorong keberhasilan Ekonomi Sirkular di Indonesia.

"Pengelolaan sampah di sumbernya menjadi sangat penting untuk mengurangi beban pengelolaan di hilir. Untuk itu peranan pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung pengeloaan sampah menjadi sangat penting. Tantangan ini tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak sehingga dengan melalui kerjasama yang baik, kita dapat menyelesaikan masalah ini," tuturnya.

Menurutnya, untuk mendorong keberhasilan Ekonomi Sirkular, para pelaku usaha dapat melakukan berbagai pendekatan. Pertama, meningkatkan sistem pengumpulan struktural dan pengumpulan botol plastik pasca konsumsi. Kedua, memanfaatkan kekuatan brand untuk mendorong munculnya aksi kolektif dan perubahan perilaku di masyarakat.

"Coca Cola bisa membangun kultur sehingga setelah minum, konsumen harus bisa memilah botol PET. Dengan begitu, target collecting di tahun 2030 bisa tercapai. Jadi, kultur konsumen bisa dibangun karena Coca Cola punya market leader yang besar," tandasnya.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia

Baca juga:
3 Langkah Pemerintah Wujudkan Indonesia Bebas Sampah Plastik 2025
Tekan Sampah Plastik, Nestle Luncurkan Sedotan Kertas Pertama di Indonesia
Kemenperin Temukan Teknologi Ubah Sampah Plastik jadi Bensin
Aksi 'Clean Up the World' bersama Suzuki Marine di Pantai Kusamba
Pembuatan Miniatur Ondel-Ondel dari Limbah Botol Plastik
Kurangi Sampah ke Laut, Ratusan Karyawan Sampoerna Bersih-Bersih Puntung Rokok

(mdk/azz)