Strategi Mentan Jaga Kondisi Pangan di New Normal, Termasuk Optimalkan Lahan Rawa

Strategi Mentan Jaga Kondisi Pangan di New Normal, Termasuk Optimalkan Lahan Rawa
UANG | 5 Juni 2020 12:56 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Pertanian terus berupaya mengamankan stok pangan dengan menyiapkan tiga strategi saat menghadapi new normal. Sebab, pandemi Covid-19 berdampak buruk terhadap seluruh sektor penting di Indonesia termasuk pangan, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menerangkan, strategi pertama yaitu agenda SOS, atau emergency yang ditemukan ketika harga ayam sempat jatuh beberapa waktu lalu.

"Bagi peternak, ayamnya akan dibeli oleh mitra dan difasilitasi penyimpanan berpendingin oleh pemerintah. Di sini, kami telah berkoordinasi dengan mitra," tegas Syahrul dalam pernyataannya, Jumat (5/6).

Kemudian, peningkatan nilai tukar petani (NTP) akan masif dilakukan dengan menaikkan harga jual gabah, sehingga target penambahan NTP menjadi 103 poin. Artinya lebih tinggi dari beberapa waktu sebelumnya, atau sebesar 102, 09 point.

Strategi kedua yaitu agenda jangka menengah dengan memaksimalkan ekspor dengan mengintervensi industri agriculture agar tidak memecat karyawan. Juga relaksasi terhadap padat karya melalui pemberian bibit atau benih sehingga produksi komoditi tetap berjalan.

"Wilayah yang mengalami kekeringan dan minus kami support lewat bantuan sarana produksi, secara medical solution masalah Covid dapat diselesaikan dengan cepat namun untuk food security membutuhkan antisipasi paling cepat 2 tahun. Pertanian adalah solusi," terangnya.

Kemudian agenda jangka panjang yaitu meningkatkan produksi pertanian, ekspor tiga kali lipat, penurunan gagal panen sebesar lima persen, mendorong pertumbuhan petani milenial 2,5 Juta orang.

1 dari 1 halaman

Ekstensifikasi Pangan

rev1

Mentan Syahrul menerangkan, ekstensifikasi pangan di lahan rawa juga terus dikebut sambil mengoptimalkan lahan yang sudah ada atau sekitar 600 ribu hektare untuk 1,5 juta ton beras. "Infrastruktur juga telah disiapkan guna mendukung strategi tersebut," imbuh dia.

Sementara itu, apabila ke depannya masih ada kendala Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan cara bertindak (CB) di antaranya mengidentifikasi kembali lahan rawa.

"Kita masuk ke Kalteng ada 160 ribu hektare lahan masih terbuka ini menjadi tantangan dan butuh intervensi. Sebab, diperlukan transmigran petani yang siap bertani dalam berbagai kondisi," paparnya.

Selanjutnya intervensi bahan pangan lokal yaitu satu provinsi, satu panganan seperti sorgum, jagung, ubi kayu. Untuk itu, Kementan tengah menggelorakan program pekarangan pangan lestari.

Tercatat, ada 3.836 kelompok yang sedang di konsentrasikan. Mengingat sampai sekarang Kementan masih mencari penambahan keuangan dengan berkoordinasi bersama Menteri Keuangan dan mitra lainnya.

"Lalu cadangan beras dengan lumbung pangan masyarakat (LPM), kita berharap Provinsi, Kabupaten, Kota, Kecamatan memiliki LPM. Sampai sekarang ada 320 LPM yang siap menjadi sandaran saat kekeringan," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Kreatif, Kelompok Petani Desa di Blora Sulap Labu Kuning Jadi Makanan Kekinian
Kembangkan Program Warung Tetangga, Kemenkop UKM Gandeng BUMN Pangan
Pemerintah Jokowi Bakal Bangun Lumbung Pangan Baru di Kalimantan Tengah
Petani Diminta Tetap Produktif di Tengah Pandemi Demi Wujudkan Kedaulatan Pangan RI
BUMN Pangan dan Pupuk Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Strategi Dompet Dhuafa Bangun Ketahanan Pangan Hadapi Pandemi Covi-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5