Strategi Menteri Edhy Genjot Produksi Udang Vaname

Strategi Menteri Edhy Genjot Produksi Udang Vaname
UANG | 7 Agustus 2020 12:21 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) , terus berupaya menggenjot produksi udang vaname demi meningkatkan devisa negara di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memperluas penerapan intensifikasi dalam budidaya udang bernilai ekonomis tersebut.

Menteri KKP, Edhy Prabowo mengatakan, penggunaan sistem intensifikasi lebih produktif dibandingkan tambak yang pengerjaannya secara tradisional. Mengingat hasil udang yang diperoleh pembudidaya dengan cara anyar ini jauh lebih tinggi.

"Kalau dulu itu 10 hektare lahan dapatnya hanya 1 ton. Tapi sekarang 1 hektare lahan bisa menghasilkan 10 bahkan ada yang 20 ton," katanya dalam launching Buku Besar Maritim Indonesia (BBMI) dan Bank Genetik Ikan (BGI) Indonesia di Kantornya, Jumat (7/8).

Selain itu, intensifikasi juga lebih ramah lingkungan dan ekonomis karena tidak membutuhkan lahan yang luas. Sehingga beban operasional yang dikeluarkan pembudidaya bisa ditekan.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong penggunaan intensifikasi dalam budidaya udang vaname di sejumlah daerah. Terlebih permintaan akan udang bernilai jual tinggi ini sangat tinggi baik di dalam maupun luar negeri.

"Permintaan udang ini sangat tinggi. Tetapi produksi udang nasional baru berkisar 1 juta ton per tahun. Maka, Ini potensi kita merebut pasar dunia," tukasnya. (mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami