Strategi OJK Genjot Permintaan Produk Keuangan Syariah

Strategi OJK Genjot Permintaan Produk Keuangan Syariah
UANG | 21 September 2020 11:20 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah, yakni hanya 9,1 persen. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, namun literasi keuangan syariah masih rendah.

"Meskipun Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia, tingkat literasi kita masih rendah yakni hanya 8,11 persen dan tingkat inklusi keuangan syariah kita masih rendah yaitu 9,10 persen," kata Wimboh dalam Forum riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020, Jakarta, Senin (21/9).

Dia menjelaskan, capaian ini lebih rendah dibandingkan dengan literasi keuangan konvensional. Dengan demikian, perlu adanya strategi membangun permintaan (demand) dari masyarakat terhadap produk keuangan syariah.

Menurutnya akan sulit membangun lebih cepat keuangan syariah nasional tanpa menciptakan permintaan. Ekspansi ekonomi syariah tidak akan tercapai bila hanya mengandalkan jumlah penduduk muslim saja.

"Untuk itu program peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan syariah harus terus dan semakin ditingkatkan dan diintensifkan," imbuhnya.

Baca Selanjutnya: Saat ini di sektor perbankan...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami