Strategi Pemerintah Bekali Tenaga Kerja Konstruksi Sesuai Kebutuhan Industri

Strategi Pemerintah Bekali Tenaga Kerja Konstruksi Sesuai Kebutuhan Industri
UANG | 3 September 2020 18:21 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. Salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi, yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan industri konstruksi.

"Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu program utama pemerintah, termasuk di sektor konstruksi," kata Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Trisasongko Widianto, di Jakarta, Kamis (3/9).

Dia memandang perlunya pelatihan dan sertifikasi yang didukung oleh industri konstruksi dengan menggunakan metode yaitu memadupadankan dan menghubungkan kebutuhan SDM dengan pelatihan. Dengan begitu, menghasilkan tenaga kerja konstruksi sesuai kebutuhan industri konstruksi.

Para tenaga kerja konstruksi selain andal di lapangan, mereka juga wajib mengetahui aturan dan standar terkait sistem manajemen keselamatan konstruksi dan memahami penggunaan teknologi Beton Pracetak dan Prategang, dan tenaga ahli teknis desain jalan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pada kesempatan ini juga, Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Jakarta menginisiasi penandatanganan kerjasama dengan PT Indonesia Pondasi Jaya terkait kesepakatan peserta hasil pelatihan agar dapat langsung bekerja di industri konstruksi.

"Saya berharap hal ini bisa diikuti oleh stakeholder, para asosiasi/BUMN/BUMD, para penyedia jasa konstruksi, dan perusahaan-perusahaan lain, untuk turut mempekerjakan para tenaga kerja konstruksi yang telah mengikuti pelatihan dan bimtek ke dalam penyelenggaraan konstruksi di lapangan," ungkapnya.

Baca Selanjutnya: Ribuan Peserta Dilatih...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami