Strategi Pemerintah Jokowi Dorong Produk Warung Mendunia

UANG | 14 Desember 2019 19:30 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan warung-warung tradisional dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) kini bisa memperoleh bantuan pendanaan dari start-up dan fintech. Dengan demikian diharapkan warung-warung di Indonesia dapat berkembang.

"Sekarang regulasi sudah memungkinkan untuk kerjasama dengan fintech, bank pun begitu, jadi kami buat model kerjasama kemitraan," kata dia, di Acara Festival Gerakan Warung Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12).

Seperti diketahui, saat ini kendala utama UMKM adalah pendanaan. Sebab tidak semua pelaku usaha tersentuh oleh layanan pendanaan perbankan.

Dia juga akan mendorong start-up dan fintech untuk tidak hanya memberikan bantuan dalam hal pendanaan. Tapi juga pembinaan sehingga produk yang dihasilkan akan memperoleh nilai lebih.

"Jadi kami mau ajak Tokopedia, OVO, warung pintar sahara untuk bisa sama-sama bina UMKM kita sehingga bukan hanya bisa dapatkan pembiayaan," ujarnya.

Menurutnya, jika produk yang dihasilkan kualitasnya meningkat maka otomatis pasar atau penjualan pun akan meningkat. Bahkan, akan dengan mudah tembus ke pasar global yang pada akhirnya ikut mendorong pertumbuhan ekspor.

"Perbaiki produk, bisa didistribusikan sehingga akses pasar meluas. Kita libatkan juga anak muda terjun langsung kembangkan bisnis," tutupnya.

Sebagai informasi, saat ini sudah ada skim pembiayaan di tiap level. "Misalnya warung di level mikro sudah banyak disediakan pembiayaan mikro seperti Mekaar dan UlaaM, dari Permodalan Nasional Madani (PNM), lalu dari PIP (Pusat Investasi Pemerintah) ada pembiayaan Ultra Mikro (UMi)," kata dia.

Selain itu juga ada KUR 2020 dengan bunga 6 persen dan plafon terendah tanpa agunan Rp 50 juta. Kemudian ada BLU (Bantuan Langsung Umum) total Rp 30 triliun di beberapa Kementerian untuk pembiayaan bagi usaha mikro termasuk warung.

1 dari 2 halaman

Warung Perlu Terdigitalisasi

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mewakili Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Peresmian Pembukaan Festival Gerakan Warung Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Dalam acara tersebut, Teten menyinggung tantangan berat yang dihadapi warung tradisional di masa sekarang. Munculnya ritel modern pun dinilai memaksa warung tradisional untuk berbenah.

"Tadi ada statement bagus, warung itu harus bukan serba ada tapi juga serba pintar," tutur Menteri Teten di lokasi, Sabtu (14/12).

Menurut Menteri Teten, warung merupakan salah satu UMKM dan memang perlu untuk dibangun konektivitasnya lewat jaringan suplai barang. Teknologi yang semakin maju saat ini seharusnya dapat memudahkan hal tersebut.

"Infrastruktur internet pemerintah juga sudah lakukan di berbagai daerah, jadi sekarang hampir seluruh nasional sebenarnya sudah terkoneksi," jelas dia.

Untuk itu, lanjutnya, strategi yang dirancang Kemenkop UKM untuk mendorong UMKM adalah dengan memperluas akses pasar warung tradisional. Sehingga nantinya warung tidak hanya sekedar berjualan di kampung, tapi juga mampu menawarkan dagangannya melalui online.

"Digitalisasi jadi satu target bagi kita. Tentu tidak semua, karena sebagian besar warung-warung ini yang hidup di kampung-kampung itu sebenarnya masuk dalam kategori ekonomi subsistance. Tapi ada dari anak muda di level mikro ini yang sebenarnya bisa keluar dari kampungnya, naik kelas sehingga bisa mencapai market yang lebih besar," beber Teten.

Teten menyebut, pihaknya juga sudah mengidentifikasi bahwa sebenarnya ada banyak komoditi unggulan dan suplai bahan baku yang cukup dari warung tradisional. Tinggal bagaimana pemerintah bersama dukungan masyarakat dan pihak terkait untuk menghubungkannya bahkan ke pasar luar negeri.

2 dari 2 halaman

Tokopedia Dorong Peran Warung dalam Pemerataan Ekonomi Nasional

Tokopedia dan Warung Pintar tengah menggelar Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) di Lapangan Banteng, Jakarta. Acaranya yang diselenggarakan hingga besok ini, bertujuan menyadarkan pentingnya partisipasi warung dan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) Indonesia dalam membangun perkembangan ekonomi.

"Selama ini warung itu dianggap sebelah mata. Saat ingin membangkitkan warung-warung, UMKM Indonesia, rasanya berat, oleh karenanya kita berkolaborasi, membangun ekonomi yang lebih baik untuk generasi Indonesia nanti," ungkap CEO dan Co-Founder Warung Pintar, Agung Bezharie Hadinegoro, saat ditemui di Jakarta, Sabtu (14/12).

CEO dan Co-Founder Tokopedia, Wiliam Tanuwijaya, berharap acara ini seluruh masyarakat dapat mendukung warung untuk berevolusi menjadi 'perusahaan teknologi'. Tujuannya agar dapat selau relevan dengan perubahan zaman dan terus berperan dalam pemerataan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, OVO juga ikut berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem warung. Di mana, OVO memperkenalkan layanan pinjaman modal usaha berbasis teknologi keuangan bagi pemilik warung dan UMKM.

"Sekarang dengan bantuan teknologi, kita bisa lihat demokratisasi keuangan yang luar biasa, di mana warung dan UMKM bisa menjadi kekuatan ekonomi, dan saya pikir nanti bisa menjadi kekuatan ekonomi terbesar," ujar Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Menteri Teten Sebut Pemberian 20 Ruang Gratis untuk UMKM di Mal Tak Mendidik
Tokopedia Dorong Peran Warung dalam Pemerataan Ekonomi Nasional
Sinergi Fintech dan UMKM Kunci RI Tangkal Dampak Resesi Global
Pengusaha Keberatan Aturan Pemda DKI soal Jatah 20 Persen Ruang untuk UMKM
Pengusaha Sebut Perda Perpasaran Matikan UMKM
Bos Bukalapak Sebut Penerapan Aturan E-Commerce Butuh Waktu 2 Tahun
Jokowi Ingin Infrastruktur Hubungkan Pasar dengan Sentra Produksi Rakyat

(mdk/bim)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.