Strategi Sri Mulyani Dorong BUMN Menangkan Proyek di Luar Negeri

Strategi Sri Mulyani Dorong BUMN Menangkan Proyek di Luar Negeri
Raker Membahas Perekonomian 2019. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo
UANG | 27 Maret 2019 20:39 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan semakin banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat menggarap proyek di luar negeri. Pemerintah pun sudah menyiapkan lembaga yang dapat membantu pembiayaan bagi BUMN agar mampu bersaing dengan perusahaan dari berbagai negara.

Adapun lembaga tersebut adalah Eximbank Indonesia. Eximbank Indonesia atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) seperti diketahui baru saja memberikan pembiayaan kepada PT Wijaya Karya sebesar Rp 187,7 miliar untuk menggarap pembangunan rumah subsidi di Aljazair.

"Saya harap perusahaan di Indonesia makin meningkatkan kemampuan untuk hadir di pasar internasional. Dan kita akan mendukungnya," ujar Sri Mulyani di Kantor Eximbank Indonesia, Jakarta, Rabu (27/3).

"Ini juga salah satu bentuk pelaksanaan yg disebut national interest account (NIA). Suatu misi untuk melakukan peningkatan kapasitas dari perekonomian dan industri kita untuk bisa tembus pasar internasional melalui dukungan penuh dari LPEI, baik sektor manufaktur maupun jasa," sambungnya.

Sri Mulyani mengatakan, porsi pengerjaan proyek di luar negeri menjadi salah satu jurus ampuh untuk menekan defisit neraca perdagangan. Hal tersebut seperti yang telah dilakukan BUMN dengan Aljazair.

"Terutama dengan aljazair yang di mana kita memiliki neraca pembayaran yang negatif. Neraca perdagangan, karena aljazair adalah negara pengekspor minyak dan gas termasuk yang cukup penting di dunia. Kita mengimpor dari aljazair, sehingga dengan adanya kegiatan ekspor jasa termasuk konstruksi ini akan bisa kurangi defisit transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Aljazair," paparnya.

Lebih lanjut, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, banyak BUMN yang memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Tidak hanya dari kontruksi, Indonesia juga sudah bersaing di pasar internasional melalui ekspor berbagai komoditas.

"Selain kontraktor kita juga memiliki banyak komoditas ekspor yang lain, yang sekarang sedang terus kita gerakkan dan giatkan. Seperti kemarin Dirgantara Indonesia sudah mulai melakukan ekspor ke Senegal, ekspor Inka gerbong kereta api ke Bangladesh, dan juga komoditas tradisional yang ada di indonesia. Saya harap juga LPEI merupakan instrumen yang bisa digunakan untuk makin mendiversifikasi ekspor Indonesia," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Pegawai BUMN PTPN IV yang Kampanyekan Prabowo Dihukum 3 Bulan Penjara
Wika Bawa 1.343 Pekerja Indonesia Garap Ribuan Rumah Subsidi di Aljazair
Wika Bakal Bangun Rumah Subsidi 3.950 Unit Senilai Rp 187,7 M di Aljazair
Usai Akuisisi Phapros, Kimia Farma Lakukan Right Issue
Resmi Akuisisi Phapros, Kimia Farma Rogoh Rp 1,36 Triliun
Hutama Karya Tengah Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Sampai 2 April 2019

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami