Strategi Sri Mulyani Dorong Transformasi Digital di Indonesia

Strategi Sri Mulyani Dorong Transformasi Digital di Indonesia
Menkeu Sri Mulyani. ©Foto Humas Kemenko Perekonomian
UANG | 15 September 2020 14:47 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyadari transformasi digital saat ini menjadi peluang besar di Tanah Air. Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai transformasi menuju ke arah digital.

Salah satunya yang sudah dilakukan adalah investasi melalui Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3). Di mana Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sudah bisa dilakukan secara online, yang bertujuan memperluas kanal penerimaan negara yang bisa melalui ecommerce atau fintech.

"Ini adalah infrastruktur yang kita miliki, sehingga bisa menjangkau berbagai kegiatan yang transformasi menuju ke digital, e-commerce dan bisnis baru seperti fintech," jelas dia di DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9).

Dia mengatakan, SP2D online itu juga dapat langsung memotong dan menyetorkan pajak daerah melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Di samping itu, dari sisi penerimaan pajak, Kementerian Keuangan juga sudah mentransformasikan menuju ke arah digital. Secara legislasi sudah mendapatkan bahkan diatur di dalam Perppu 1 2020 yang sudah disahkan menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020.

"PPN sudah kita sekarang pungut untuk berbagai institusi digital luar negeri. Ada 28 subjek pajak luar negeri (SPLN) yang sekarang sudah kita beri otoritas untuk meng-collect dan menyetor ke kita. dan ini jumlahnya masih akan bertambah lagi," jelas dia.

"Jadi pengenaan pajak untuk transaksi elektronik melalui SPLN, dari sisi PPN sudah punya mandat melalui Perppu," tambah dia.

Sedangkan untuk PPh masih menjadi debat di ranah internasional. Sejauh ini pembahasan pengenaan PPh masuk dalam negosiasi di OECD mengenai hak pemajakan antar negara dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi antar negara tersebut.

"Ini yang menjadi salah satu debat paling sengit di G20. Di mana AS juga meminta untuk tidak maju dulu, atau dalam hal ini pada pertemuan G20 terakhir, mereka tidak mau menyetujui arah yang sekarang sedang dibahas," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank Mandiri Rogoh Rp 1,7 Triliun Kembangkan Infrastruktur Teknologi Digital
Kemendag Dorong Ekspor Produk Kreatif dan Digital Lokal
Adaptasi Digital Kala Pandemi, Pembayaran Digital Semakin Digemari
Bukalapak Catat Jumlah Transaksi Terus Meningkat di Kuartal II-2020
Bisnis Iklan Digital Tumbuh Seiring Pemerataan Akses Internet
Gojek Luncurkan GoToko Dukung Digitalisasi Warung Kelontong

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami