Strategi untuk Pelaku Usaha Pulihkan Bisnis Saat Kenormalan Baru

Strategi untuk Pelaku Usaha Pulihkan Bisnis Saat Kenormalan Baru
UANG | 31 Mei 2020 10:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah berencana menerapkan era kenormalan baru atau new normal, di mana masyarakat bisa beraktivitas namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi covid-19 yang melumpuhkan banyak sektor, utamanya ekonomi dan bisnis.

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia (UI) dan juga praktisi bisnis, Rhenald Kasali merumuskan strategi besar dalam menyongsong normal baru bagi pelaku ekonomi. Pertama, yakni refleksi. Ini penting untuk mengevaluasi posisi dan situasi yang sedang dihadapi saat ini, sehingga mempermudah dalam pengambilan langkah selanjutnya.

"Saat ini, saran saya kepada semua perusahaan adalah setelah lebaran ini kita semua harus mulai melakukan refleksi," ujarnya dalam webinar Facing Post Covid-19 Business world, ditulis Minggu (31/5).

"Kita harus bertanya, siapa kita, bagaimana kita bekerja, dan bagaimana mengembangkan bisnis, ini kita harus refleksi dulu semuanya kita berada dimana. Nah setelah kita refleksikan, kita bisa memilih apa yang kita bisa lakukan, business recovery, atau kita lakukan renewing atau reinventing," jelasnya.

Dalam business recovery, Rhenald menjelaskan perlu adanya eksplorasi pola pikir untuk mencari peluang baru. Sementara untuk renewing & reinventing, Rhenald menjelaskan bahwa opsi ini berkaitan dengan pengembangan teknologi yang menunjang pekerjaan di masa mendatang.

"Business recovery itu artinya kita perbaiki mindset pegawai kita. Mindsetnya harus eksploratif. Kalau renewing itu bisnis yang sudah ada, yang dulunya biasa saja sekarang harus menggunakan IoT," jelasnya.

Setelah melakukan refleksi, dan memilih opsi yang paling sesuai dengan kondisi- antara business recovery, dan renewing & reinventing, selanjutnya adalah spending up digital technology.

Sehingga, ke depannya agar jangan sampai menyalahkan pandemi untuk kemerosotan bisnis. Namun harus lebih dimengerti bahwa yang terjadi saat ini adalah pertarungan di pasar global, yang dibarengi dengan percepatan teknologi digital yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam waktu singkat.

"Jadi jangan sampai menyalahkan ini gara-gara Covid-19, tapi ini adalah karena kita bertarung dengan pelaku usaha global," tutup dia.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
MRT Siapkan Konsep New Normal
Jelang New Normal, Pemerintah Perlu Pastikan Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Doni Monardo: Presiden Minta Wilayah di Zona Hijau Kembali Beraktivitas
Intip Persiapan Cat Cafe Sambut New Normal
Dubes RI untuk Swiss Akui Tak Mudah Terapkan New Normal
Polisi Diminta Lebih Konsisten saat Penerapan New Normal Dibandingkan PSBB

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5