Subsidi Dicabut dan Harga Elpiji 3 Kg Bakal Naik, Menteri Teten Beri Voucher ke UMKM

UANG | 17 Januari 2020 17:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tengah berupaya menerbitkan voucher subsidi untuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna merespons rencana pencabutan subsidi gas LPG 3 kg.

"Kalau subsidi gas dicabut, harga naik akan ada voucher yang diberikan kepada yang berhak menerima subsidi," kata Teten Masduki di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, rencana untuk penyaluran subsidi bagi gas elpiji 3 Kg dengan skema tertutup justru dianggapnya sebagai upaya agar subsidi bisa tepat sasaran.

Selama ini Teten melihat subsidi yang diberikan melalui gas LPG 3 kg cenderung tidak tepat sasaran.

"Itu saya kira triliunan rupiah disubsidikan untuk gas tapi banyak penyimpangan misalnya banyak orang yang mampu, orang kaya justru menggunakan gas melon. Saya tahu rencana itu dikaitkan supaya subsidi itu tepat sasaran kepada si miskin yang butuh subsidi," katanya.

Menurut dia, hal yang perlu dipikirkan adalah saat harga gas naik setelah subsidi dicabut maka harus ada dampak yang diperhitungkan terhadap UMKM.

"Kita akan usahakan voucher-voucher itu bagi UMKM yang memang perlu terutama di sektor mikro, yang kebanyakan usahanya di sektor makanan dan minuman yang banyak menggunakan gas dan memang di sektor mikro yang ekonominya survival, jadi kita akan coba dampingi supaya mereka bisa mendapatkan voucher sehingga kegiatan usahanya tidak terganggu," katanya.

Untuk itu, pihaknya akan mengkaji lebih dalam termasuk kriteria bagi penerima voucher seperti halnya subsidi untuk listrik.

"Yang penting datanya ‘by name by address’ kita punya, pelaku usaha mikro yang berhak mendapat voucher gas," katanya.

1 dari 1 halaman

Tanpa Subsidi, Harga Elpiji 3 Kg Bakal Sekitar Rp35.000

Subsidi gas 3 Kg akan dicabut oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Nantinya, subsidi takkan diberikan per tabung, tapi langsung ke penerima manfaat alias masyarakat tidak mampu.

Meski demikian, bukan berarti penerima manfaat bebas sebanyak-banyaknya menggunakan gas 3 Kg. Sebab, dalam 1 bulan mereka hanya dijatah maksimal 3 tabung. Setelah subsidi dicabut, nantinya harga jual gas 3 Kg akan disesuaikan dengan harga pasar. Harganya diperkirakan sekitar Rp35.000.

"Penerapan subsidi Elpiji tertutup tidak lagi pada barang, tapi tepat sasaran," kata Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/1).

Rencananya, penerapan penyaluran subsidi Elpiji tertutup akan diterapkan pada pertengahan 2020 setelah pemerintah menetapkan mekanisme penyaluran subsidi Elpiji tertutup.

"Metode seperti apa kita bahas, kita putuskan tahun ini, mudah-mudahan pertengahan tahun ini," tandasnya.

Reporter: Tira

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Masyarakat Miskin Bakal Dapat Uang Tunai untuk Beli Elpiji 3 Kg
Era Jokowi Aneka Subsidi Energi Dicabut, Ini Daftarnya
ESDM Beberkan Alasan Penyaluran Subsidi Elpiji Dilakukan Tertutup
Terapkan Subsidi Tertutup, Harga Elpiji 3 Kg Akan Lebih Mahal Pertengahan 2020
Penyaluran Subsidi Elpiji Tertutup akan Diterapkan Pertengahan 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.