Subsidi Tol Laut di 2020 Naik Menjadi Rp436 Miliar

UANG | 1 November 2019 17:49 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan mengalokasikan dana untuk subsidi tol laut pada 2020 sebesar Rp436 miliar. Penambahan anggaran subsidi itu dikarenakan bertambahnya pula trayek tol laut pada tahun depan.

"Untuk subsidi tol laut tahun 2020 itu Rp436 miliar atau naik dari tahun ini dengan penyesuaian dan sebagainya hampir Rp300 miliar," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Wisnu Handoko, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (1/11).

Saat ini, dia menyebutkan, tol laut sudah mencapai 19 trayek di seluruh Indonesia dan akan menjadi 23 trayek di 2020. "Kalau dengan Papua mungkin akan bertambah jadi 26, ada Boven Digul, Yahukimo, Mamberamo termasuk di dalamnya," katanya.

Adapun, trayek yang akan dilelang ke pihak swasta sebanyak enam trayek dan lelang akan dimulai pada November ini. "Kita usahakan pertengahan November. Ini kita lelang tidak mengikat ya supaya bisa lebih cepat," katanya.

Selain itu, Wisnu menyebutkan ada satu tambahan trayek, yaitu jalur Jawa Selatan, tepatnya di Cilacap. "Cilacap itu kan ada pelabuhan yang baru, sekarang kita masuk kesitu. Nanti dari Cilacap ke Bali, kemudian ke Pacitan," katanya.

Dia mengatakan program tol laut masih tetap dibutuhkan, terutama untuk wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T) yang tidak bisa mengandalkan kapal komersil karena harganya akan sangat tinggi. "Komersial kan harganya berdasarkan pasar, pasti akan mahal. Nah, tol laut ini bisa kirim lebih murah," katanya.

Hanya saja, Wisnu mengaku bahwa tol laut belum mendapatkan hasil (outcome) yang maksimal, terutama untuk angkutan balik serta masih adanya indikasi praktik monopoli sehingga harga di wilayah target masih tinggi.

"Bukan berarti tidak ada dampaknya, padahal sebetulnya itu ada pada 'shippe'’, jasa pengurusan, kemudian 'consignee' (importir) dan perusahaan pelayaran itu menjadi komponen yang sama-sama harus kita awasi," katanya.

Wisnu menyebutkan tingkat keterisian angkutan berangkat tol laut mencapai 75 persen. Namun, angkutan balik masih di bawah 20 persen yang salah satunya disebabkan industri di wilayah belum dikembangkan dengan baik.

Baca juga:
Monopoli Rute Tol Laut Didominasi Kawasan Timur Indonesia
Jokowi Keluhkan Tol Laut Dimonopoli Perusahaan Tertentu
Tutup 5 Tahun Jabatan, Berikut Rapor Merah Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla
Optimalkan Tol Laut, Kemenhub Jajaki Kerjasama dengan E-commerce
Sudah 5 Tahun, Program Tol Laut Jokowi Belum Buat Harga Pangan Lebih Murah
Tol Laut Belum Pengaruhi Harga Sembako
Menteri Susi Sebut Tol Laut Belum Efektif Buat Harga Ikan jadi Murah

(mdk/bim)