Suku Bunga Penjaminan LPS Turun Menjadi 6,25 Persen, Berlaku Hingga 24 Januari 2020

Suku Bunga Penjaminan LPS Turun Menjadi 6,25 Persen, Berlaku Hingga 24 Januari 2020
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah. ©2019 Liputan6.com
EKONOMI | 19 November 2019 14:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan tingkat bunga penjaminan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25 persen untuk simpanan Rupiah di bank umum. Sementara, untuk simpanan dalam bentuk valuta asing atau valas diturunkan juga 25 bps menjadi 1,75 persen.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, untuk simpanan rupiah di BPR, juga turun sebesar 25 bps menjadi 8,75 persen. "Tingkat bunga simpanan ini berlaku sejak 20 November 2019-24 Januari 2020," tuturnya di Jakarta, Selasa (19/11).

Halim mengungkapkan, ada sejumlah pertimbangan mengapa LPS menurunkan bunga pinjaman. Pertama, tren suku bunga baik deposito maupun kredit terus menunjukkan penurunan.

Kedua, kondisi likuiditas perbankan tidak ada permasalahan. Serta ketiga nilai tukar Rupiah dan kondisi global masih cukup stabil dan juga baik.

"Stabilitas sistem keuangan saat ini terjaga dengan baik. Itu tiga pertimbangan yang LPS coba lakukan dalam melakukan evaluasi," paparnya.

2 dari 2 halaman

LPS Jamin Uang Nasabah Tak Hilang Meski Bank Bangkrut

uang nasabah tak hilang meski bank bangkrut rev1

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin uang masyarakat di bank tidak akan hilang meski perbankan tersebut dilikuidasi. Hingga kini, tercatat sudah 165-an bank terlikuidasi, baik itu bank umum maupun BPR (Bank Perkreditan Rakyat).

"Selama 12 tahun kita sudah bayar Rp1,2 triliun selama 12 tahun beroperasi, karena ada sekitar 80-an bank yang kita likuidasi," ucap Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Samsu Adinugroho di seminar Meningkatkan Literasi Keuangan Petambak dan Nelayan tentang Sistem Penjamin Simpanan, Kamis (30/11).

Samsu mengakui, ancaman likuidasi atau tutupnya sebuah bank membuat masyarakat takut menempatkan uangnya. Di tambah lagi banyaknya fenomena investasi bodong yang akhirnya merugikan masyarakat.

"Apalagi ada fenomena orang-orang ngasih tawaran yang tidak jelas seperti investasi bodong," katanya.

Oleh karena itu, Samsu menegaskan bahwa uang masyarakat di bank tidak akan hilang meski bank tersebut harus tutup. LPS akan mengembalikan uang nasabah asal sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sebetulnya kalau kita mau lihat lebih dalam, di rumah itu justru lebih was-was, kalau di bank ada orang lain menjaga uang kita, kemudian kalau banknya bangkrut ada LPS yang akan menjamin," terangnya.

Adi meyakinkan bahwa LPS menjamin uang yang disimpan di bank tidak akan hilang saat bank terlikuidasi. "Uang akan dikembalikan maksimal sampai Rp2 miliar. Misalkan uangnya Rp3 miliar, akan dikembalikan Rp2 miliar, sisanya dibayar setelah aset bank terjual."

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Likuiditas Perbankan Diprediksi Membaik di Tengah Ketidakpastian Global
Ada Resesi Global, LPS Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 5 Persen
Menengok Dampak Demo Mahasiswa dan Kerusuhan Papua ke Ekonomi Indonesia
LPS: Suku Bunga Deposito Perbankan Akan Terus Turun
Tak Seperti 1998, Demo dan Kerusuhan Papua Tak Berdampak pada Perbankan
LPS Kembali Turunkan Bunga Penjaminan Sebesar 25 Bps
Bos LPS Harap Presiden Jokowi Segera Tetapkan Pengganti Destry Damayanti

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami