Surplus Neraca Perdagangan Pertanda Industri Manufaktur Mulai Membaik

Surplus Neraca Perdagangan Pertanda Industri Manufaktur Mulai Membaik
UANG | 15 Oktober 2020 15:01 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Chief Economics Danareksa Research Institute, Moekti Prasetiani Soejachmoen menyambut baik terjadinya surplus neraca perdagangan Indonesia di bulan September ini yang mencapai USD 2,44 miliar. Menurutnya, tren positif ini sebagai harapan baru bagi industri manufaktur yang terdampak parah akibat pandemi Covid-19.

"Neraca dagang pada September kita surplus USD 2,44 miliar. Dan ini suatu pertanda bagus, karena masih ada kenaikan ekspor-impor berarti ke depannya akan ada produksi bisnis manufaktur," ujar dia dalam webinar bertajuk "Merajut Asa 2021: Vaksin Bikin Makin Yakin", Kamis (15/10).

Moekti mengatakan, surplus neraca perdagangan pada bulan ini tak hanya dipicu oleh peningkatan kinerja ekspor nasional. Melainkan juga adanya kenaikan laju impor ke dalam negeri.

Sehingga diyakini aktivitas industri manufaktur mulai menggeliat di masa kedaruratan kesehatan ini. Menyusul adanya peningkatan permintaan akan berbagai bahan baku impor.

"Karena manufacturing kita ini sangat tergantung pada impor. Jadi sangat tinggi permintaan akan impornya sesuatu yang baik ke depannya," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Data BPS...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami