Survei BI: Inflasi di Minggu Ketiga November Capai 0,18 Persen

UANG | 22 November 2019 14:34 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Hasil Survei Pantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) minggu ketiga November menunjukkan angka inflasi sebesar 0,18 persen. Sementara secara tahunan telah mencapai 3,04 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan penyumbang inflasi terbesar adalah bawang merah. Disusul oleh beberapa komoditi lainnya.

"Penyumbang inflasi bawang merah 0,08 persen, daging ayam ras 0,05 persen dan beberapa komoditi lain," kata dia saat ditemui di Masjid BI, Jakarta, Jumat (22/11).

Sementara itu, ada juga beberapa komoditi lain yang justru mengalami deflasi, yaitu beberapa jenis cabai. "Deflasi yaitu cabai merah 0,07 persen, cabai rawit 0,02 persen," ujarnya.

Meski demikian, inflasi masih berada dalam kisaran yang terjaga dan dalam range target. Namun, dia mengingatkan sesuai pola musiman inflasi di akhir tahun pasti akan meninggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Biasanya Desember sesuai pola musiman karena akhir tahun hari besar keagamaan agak naik, sekali lagi kalau ada kenaikan inflasi november desember itu sesuai pola musiman, BI masih meyakini tetap rendah terkendali," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Inflasi Oktober 0,02 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,13 persen.

Kepala BPS Suhariyanto, mengatakan berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan tipis sepanjang Oktober 2019. Sebagian besar komoditas yang menunjukkan kenaikan yakni di antaranya cabai rawit.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2019 mengalami kenaikan tipis sekali. Hasil pemantauan BPS di 82 kota inflasi di Oktober 2019 inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11).

Dari 82 kota di Indonesia, 43 kota mengalami inflasi sementara 39 kota mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen, sementara inflasi terendah terjadi di 3 wilayah yakni Pematangsiantar, Tual, dan Ternate 0,01 persen.

"Ada dua komoditas di Manado salah satunya cabai rawit. Dua komoditas pada bulan ini inflasi tertinggi ada di Manado," imbuhnya.

Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar -0,69 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Palopo sebesar -0,01 persen. (mdk/azz)

Baca juga:
Bank Indonesia: Air Minum Kemasan Sumbang Inflasi di Minggu Pertama November
Inflasi Oktober 2019 Tak Sesuai Ekspektasi, IHSG Bakal Tertekan
Pemerintah Kaji Penurunan Suku Bunga Kredit Usaha Rakyat
BI Beberkan Penyumbang Inflasi Oktober 2019
Indeks Harga Grosir Naik 0,02 Persen di Oktober 2019
Harga Gabah dan Beras di Penggilingan Naik di Oktober 2019