Survei BPS: Milenial Perempuan Lebih Banyak Belanja Online Selama Pandemi Corona

Survei BPS: Milenial Perempuan Lebih Banyak Belanja Online Selama Pandemi Corona
UANG | 3 Juni 2020 15:19 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa pola belanja generasi milenial lebih banyak dilakukan dalam jaringan atau online karena mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah selama pandemi Covid-19.

BPS dalam survei sosial demografi dampak Covid-19 mendapatkan bahwa milenial perempuan lebih banyak berbelanja dalam jaringan (daring/online) dibandingkan laki-laki milenial.

"Sebanyak 54 dari 100 responden generasi milenial yang berbelanja online selama pandemi Covid-19 adalah perempuan," tulis BPS dalam keterangan resminya.

Hasil survei juga menunjukkan generasi milenial perempuan memilih tetap tinggal di rumah sebanyak 45 persen dengan alasan menjaga kesehatan diri dan keluarga. Sehingga kaum hawa milenial ini lebih banyak memilih berbelanja daring dibandingkan kaum adam milenial.

Sedangkan secara kuantitas belanja daring selama pandemi, generasi milenial juga mendominasi dibandingkan generasi baby boomers atau generasi yang lahir dari tahun 1945 hingga 1965, meski generasi senior ini respondennya lebih banyak.

Namun, BPS tidak mengungkapkan dalam survei ini, berapa besaran kuantitas belanja daring yang dilakukan generasi milenial selama masa pandemi Covid-19.

1 dari 1 halaman

Peningkatan Efektivitas

rev1

Sementara itu, secara umum belanja daring menjadi tren ketika pandemi Covid-19, ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas belanja daring sebesar 31 persen, sebanyak 28 persen mengalami penurunan belanja daring dan sisanya tetap.

Penurunan belanja daring itu disebabkan karena penurunan pendapatan dampak wabah virus corona.

Untuk belanja daring, survei BPS menyebutkan sebanyak 51 persen dibelanjakan untuk bahan makanan, kesehatan (20 persen), pulsa atau paket data (14 persen), sisanya makanan minuman jadi dan belanja listrik.

“Dengan berkumpulnya keluarga di rumah, tingkat belanja makanan baik bahan mentah maupun makanan siap konsumsi menjadi lebih tinggi,” demikian keterangan BPS. (mdk/idr)

Baca juga:false
BPS Catat Nilai Tukar Petani Turun di Mei 2020
BPS Catat Indeks Harga Grosir Turun 0,1 Persen di Mei 2020
BPS: Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
Data BPS: Baru 19 Persen Warga Berpartisipasi Sensus Penduduk Online
BPS Buka Lowongan 247.000 jadi Petugas Sensus Penduduk Tatap Muka
Imbas Virus Corona, Kunjungan Turis ke Indonesia Merosot Tajam Hingga 87 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5