Survei: Masyarakat Percaya Jokowi Bisa Keluarkan RI dari Krisis Akibat Pandemi

Survei: Masyarakat Percaya Jokowi Bisa Keluarkan RI dari Krisis Akibat Pandemi
UANG | 9 Agustus 2020 17:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membeberkan temuan mereka soal tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sosok Presiden Joko Widodo dalam menghadapi dan menyelesaikan krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Survei menyebutkan, sekitar 79 persen masyarakat percaya Jokowi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19. Hanya sekitar 21 persen yang menyatakan tidak percaya.

Adapun, survei dilakukan pada rentang waktu 29 Juli hingga1 Agustus 2020 dengan wawancara via telepon kepada 1.203 responden yang terpilih secara random dengan margin of error 2,9 persen.

"Ini adalah modal penting bagi Presiden Jokowi. Terutama karena warga menilai ekonomi Indonesia terus memburuk," kata peneliti SMRC Saidiman Ahmad, Minggu (9/8).

Secara rinci, dari 79 persen tersebut terdapat 7,3 persen responden yang sangat percaya dan 71,3 persen responden yang cukup percaya. Sementara 18,1 persen responden kurang percaya, 1,6 persen tidak percaya sama sekali dan 1,7 persen tidak diketahui.

Menurut Saidiman, temuan ini menunjukkan kenaikan stabil dukungan terhadap Presiden Jokowi dalam 3 bulan terakhir. Pada survei 20 hingga 22 Mei 2020, tingkat kepercayaan pada kemampuan Jokowi menangani krisis ekonomi sempat turun menjadi 69 persen. Setalah itu, secara perlahan tingkat kepercayaan tersebut terus menaik.

Dalam kesempatan yang sama, hasil survei SMRC juga menunjukkan 87 persen masyarakat menganggap kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Di akhir Juni, persentase warga yang menganggap kondisi ekonomi lebih buruk adalah 72 persen.

Di sisi lain, survei ini menunjukkan persentase warga yang menganggap kondisi ekonomi rumah tangga lebih buruk mencapai 69 persen, yang menunjukkan hampir tidak ada perubahan dibandingkan akhir Juni, ketika angkanya mencapai 70 persen.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Kontraksi Ekonomi di Kuartal II Jadi Bukti Rapuhnya Strategi & Kebijakan Ekonomi
Ekonomi Tumbuh Minus di Kuartal II, Pemerintah Diminta Segera Siapkan Skenario Resesi
6 Cara Bisa Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Ekonomi RI Masuk ke Jurang Resesi
Ekonomi Tumbuh Negatif, Benarkah Indonesia akan Alami Resesi?
Pemerintah Akui Lebih Sulit Prediksi Ekonomi Imbas Corona Dibanding Krisis Keuangan
Deretan Negara yang Resmi Masuk Jurang Resesi Akibat Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami