Survei: Rata-Rata Milenial AS Punya Utang Rp 392 Juta

UANG | 22 September 2019 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Survei The Harris Poll mencatat bahwa generasi milenial yang telah bekerja (di definisikan usia 23 tahun hingga 38 tahun) memiliki utang di kartu kredit. Utang tersebut diketahui bukan berasal dari tagihan pendidikan seperti pinjaman sewaktu mereka menjadi mahasiswa.

Survei dilakukan lebih dari 2.000 orang dewasa AS yang mencatat bahwa rata-rata milenial memiliki utang sebesar USD 27.900 atau sekitar Rp 392 juta (Rp 14,055.00 per USD) dalam utang pribadi.

Menurut penasihat keuangan Northwestern Mutual, Chantel Bonneau mengatakan bahwa sumber utang terbesar adalah berasal dari tagihan kartu kredit yang saat ini menjadi tren yang meresahkan.

"Salah satu masalah yang dimiliki oleh banyak generasi milenial adalah bahwa mereka tidak ingin mengorbankan gaya hidup mereka, meskipun mereka memiliki pinjaman mahasiswa atau pendapatan yang lebih rendah," ujar Bonneau dikutip dari CNBC Make it.

"Itu yang membuat kita berada di situasi ini di mana mereka telah mengakumulasikan sejumlah besar utang kartu kredit," lanjutnya.

Fakta ini sangat memprihatinkan karena generasi milenial ini juga perlu menabung untuk tujuan masa depan, seperti membeli rumah atau menyimpan dana untuk mereka pensiun.

Menurut laporan kekayaan modern Schwab’s 2019, hampir dua pertiga generasi milenial mengatakan bahwa mereka hidup dari gaji tiap bulannya hanya sebesar 38 persen merasa stabil secara finansial.

Selain itu, pinjaman mahasiswa juga merupakan salah satu faktor yang turut menyumbang penumpukan utang di kartu kredit. Menurut Pew Research center, jumlah rumah tangga dengan utang pinjaman pelajar meningkat hingga dua kali lipat dari tahun 1998 hingga 2016.

Sedangkan jumlah rata-rata utang milenial yang dibawa sebesar USD 19.000, hal ini jauh lebih tinggi dari saldo generasi X sebesar USD 12.800 pada usia yang sama.

Meskipun mungkin mudah untuk mengkritik milenial karena menumpuk utang terlalu banyak, namun penting diingat bahwa ada masalah lain yang harus dipikirkan.

"Pengeluaran bukanlah musuh yang harus kita pikirkan," ujar Wakil Presiden Eksekutif Schwab untuk layanan investor, Terri Kallsen.

Baca juga:
Menkeu Sindir Pemda Lebih Suka Andalkan APBN Bangun Infrastruktur
Utang Luar Negeri Naik 10,3 Persen Tembus Rp5.545 Triliun
Kembali Dikritik, Utang Pemerintah di 2020 Dinilai Tak Produktif
Bank Dunia Siap Beri Utang USD 2 Miliar ke Indonesia
Milenial di Indonesia Lebih Banyak Punya Cicilan Daripada Investasi
Pemerintah Bakal Tambah Utang ke AIIB Danai Proyek PLN Jawa Timur

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT