Susi Pudjiastuti Kritik KKP Kembali Izinkan Penggunaan Cantrang dan Pukat Cincin

Susi Pudjiastuti Kritik KKP Kembali Izinkan Penggunaan Cantrang dan Pukat Cincin
UANG | 12 Juni 2020 12:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Susi Pudjiastuti menyayangkan langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam penggunaan Pukat cincin (Purse seine) untuk penangkapan ikan. Padahal, sebelumnya penggunaan alat ini dilarang olehnya saat menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Sekarang KKP bahkan memperbolehkan Purse seine yang ditarik dengan dua kapal, ini tuna Indonesia akan habis, dua kapal tarik jaring Purse seine luar biasa itu yang dilakukan kapal-kapal Vietnam mencuri di Natuna," kata Susi dalam suatu diskusi online, Jumat (12/6).

Dia mengatakan, pada saat kepemimpinannya penggunaan cantrang dan pukat troll yang digunakan kapal eks asing sudah dilarang. Hal ini bertujuan untuk mengontrol perkembangan ikan-ikan di Indonesia agar terjaga kuota ikannya.

"Kapal cantrang kita larang karena kebanyakan kapal eks asing pake troll, troll dengan cantrang itu identik, kalau ada ilmuwan yang mengatakan berbeda, kan cantrang itu ditarik dan troll di seret, saya tidak tahu bedanya apa," jelasnya.

Susi bercerita bahwa dirinya sudah memerangi Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing sejak tahun 2005, sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Sebelum tahun 2000 ikan di Pangandaran puluhan ton, saya bisa ekspor 3 kali, setelah tahun 2001 kesini makin kurang. Rupanya pemerintah Indonesia mulai mengizinkan kapal asing untuk registrasi di Indonesia. Mulai lah penangkapan ikan besar-besaran, mau bagaimana laut Indonesia? Akan menjadi masa depan bangsa atau karena kita paling banyak memikirkan hal di darat," katanya.

Untuk itu, dia pun mempertanyakan apakah Indonesia itu termasuk ocean going fisheries (perikanan lautan lepas) atau costal fisheries (perikanan lautan pesisir). Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang mengundang banyak kapal asing untuk mencuri ikan.

"Maka kalau tidak dipasangin rumpon maka kita akan kepinggir tidak ke tengah, seperti di Natuna mereka mendapat ikan-ikan eksotik, cakalang besar. Nah kapal Vietnam memakai troll untuk mencari ikan ruca, yang mana dari investigasi kita ikan ruca yang ditangkap kapal Vietnam itu untuk jalan mendapatkan lobster-lobster yang dibesarkan bibitnya dari Indonesia, itu sangat kompleks," tandasnya.

Baca Selanjutnya: KKP Perbolehkan Penggunaan Cantrang...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami